Kemajuan dalam teknologi beton saat ini membuka peluang besar untuk meningkatkan performa beton dalam proyek konstruksi. Berbagai pendekatan telah dilakukan untuk meneliti dan mengoptimalkan kekuatan beton, salah satunya dengan mengkaji material yang digunakan dalam pembuatannya. Penelitian-penelitian tersebut berupaya mencari formula baru yang lebih efisien dan efektif. Inovasi yang tengah dikembangkan adalah penggunaan beton daur ulang dari limbah bongkaran bangunan. Pendekatan ini tidak hanya menawarkan alternatif dalam penggunaan bahan bangunan, tetapi juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan pengurangan limbah konstruksi.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan tekan yang dihasilkan oleh beton daur ulang yang digunakan untuk bahan pengganti agregat kasar pada campuran beton. Dalam studi ini, digunakan berbagai persentase beton daur ulang, yakni 0%, 30%, dan 50%, yang diuji dalam kondisi beton normal dan beton yang terpapar panas.Hasil pengujian pada beton berusia 7 hari menunjukkan bahwa kuat tekan rata-rata masing-masing persentase adalah 21,57 MPa; 20,32 MPa; 21,45 MPa; 20,76 MPa; 21,32 MPa; dan 16,81 MPa. Pada usia 14 hari, hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan dengan kuat tekan rata-rata sebesar 24,90 MPa; 27,22 MPa; 25,02 MPa; 22,14 MPa; 23,96 MPa; dan 20,44 MPa. Sementara itu, pada usia 28 hari, beton mencapai kekuatan yang lebih signifikan dengan hasil berturut-turut 30,22 MPa; 30,79 MPa; 28,22 MPa; 24,96 MPa; 27,59 MPa; dan 23,08 MPa.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa beton daur ulang dengan persentase 30% pada kondisi normal mampu meningkatkan kekuatan beton secara signifikan, sementara penggunaan beton daur ulang dengan persentase 50% dalam kondisi terpapar panas justru menyebabkan penurunan drastis pada kuat tekan. Temuan ini penting untuk dipertimbangkan dalam inovasi campuran beton di masa mendatang, di mana efisiensi material harus diselaraskan dengan kondisi lingkungan dan daya tahan struktur dalam jangka panjang.
Copyrights © 2025