Cerpen "Surat Cinta yang Berisi Potongan Senja" karya Seno Gumira Ajidarma merupakan karya sastra yang sarat dengan bahasa figuratif, yang tidak hanya memperindah narasi tetapi juga memperdalam makna cerita. Penggunaan metafora, seperti senja yang menjadi lambang cinta dan kefanaan, menggugah pembaca untuk merenungkan hubungan antara keindahan dan keterbatasan hidup. Personifikasi menghadirkan senja sebagai tokoh yang hidup, seolah menjadi saksi bisu kisah cinta yang penuh pengorbanan. Hiperbola dan simile menambah intensitas emosi, menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang sangat besar, bahkan melebihi batas dunia. Ironi dan simbolisme memperkuat pesan moral, mencerminkan realitas bahwa cinta yang indah sering kali beriringan dengan pengorbanan dan kehilangan. Dengan pendekatan analisis teks, penelitian ini menemukan bahwa bahasa figuratif tidak hanya menggambarkan suasana dan emosi, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai universal. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman pembaca terhadap karya sastra modern Indonesia dan memperkaya apresiasi terhadap seni bertutur.
Copyrights © 2025