Tulisan ini menguraikan pandangan Alkitabiah tentang kerukunan dan asas-asas toleransi sebagai dasar kehidupan bersama umat manusia. Alkitab menegaskan bahwa Allah adalah sumber damai sejahtera dan menghendaki umat hidup rukun, harmonis, serta saling menghargai. Kisah Menara Babel (Kej. 11) menunjukkan bahwa perpecahan merupakan akibat dosa, sementara Allah menghendaki persatuan yang kudus. Panggilan Abraham (Kej. 12) menekankan peran umat percaya sebagai saluran berkat bagi semua bangsa. Mazmur 133 menegaskan bahwa hidup rukun membawa berkat. Nubuat Yesaya 2 memaparkan visi damai universal tanpa peperangan. Dalam Perjanjian Baru, Matius 5 menegaskan panggilan orang percaya sebagai pembawa damai melalui Kristus, Sang Raja Damai. Dengan demikian, kerukunan dan toleransi bukan sekadar wacana sosial, melainkan kehendak Allah yang harus diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, hingga bangsa. Perbedaan agama, suku, dan budaya merupakan kekayaan yang memperkaya kehidupan bersama. Hidup rukun dan toleran adalah kebutuhan mendasar sekaligus panggilan iman bagi setiap orang percaya.
Copyrights © 2025