Artikel ini mengkaji tema utama dalam Rut pasal 3 menggunakan pendekatan analisis kiastik dan kritik narasi. Meskipun sejumlah penafsir sebelumnya menyoroti inisiatif Naomi, keberanian Rut di tempat pengirikan, atau tema penebusan sebagai ide sentral, penelitian ini menemukan bahwa kasih setia (khesed) Rut yang "lebih dari sebelumnya" merupakan tema utama yang menempati pusat narasi. Analisis kiastik mengungkapkan pola simetris A-B-C-D-E-F-G-F'-E'-D'-C'-B'-A' dengan ayat 10 sebagai puncaknya, saat Boas memuji kasih Rut. Kritik narasi—melalui pengamatan terhadap narator, waktu narasi, plot, karakterisasi, tafsiran implisit, dan pembaca tersirat—memperkuat bahwa pujian Boas bukan sekadar reaksi spontan, tetapi titik balik naratif dan teologis yang menegaskan nilai kasih setia Rut. Temuan ini menunjukkan bahwa kasih setia menjadi kunci pemulihan bagi Rut dan Naomi. Penelitian ini tidak hanya memberikan pembacaan yang lebih tajam terhadap Rut 3, tetapi juga menawarkan kontribusi metodologis dengan menggabungkan pendekatan kiastik dan naratif sebagai alternatif dalam menafsirkan teks-teks narasi Alkitab secara mendalam dan terarah.
Copyrights © 2025