Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus akses masyarakat Desa Sampang, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, terhadap pentingnya olahraga sebagai bagian integral dari kesehatan fisik, mental, dan sosial. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan fasilitas olahraga yang memadai, kendala sosial-ekonomi, serta rendahnya informasi mengenai program olahraga yang tersedia. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed-methods), mengombinasikan survei kuantitatif terhadap 150 responden dengan wawancara mendalam kepada 10 peserta. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan analisis tematik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 45% responden mengalami hambatan berupa keterbatasan fasilitas, 30% terkendala faktor sosial-ekonomi, dan 25% terhambat oleh kurangnya informasi. Selain itu, hanya 40% responden yang memiliki akses mudah terhadap fasilitas olahraga, sementara 35% mengalami akses terbatas dan 25% sama sekali tidak memiliki akses. Temuan ini mengindikasikan adanya ketidaksetaraan struktural dalam distribusi sarana olahraga di pedesaan. Dari sisi preferensi, 55% responden lebih memilih olahraga berbasis komunitas karena dianggap sesuai dengan nilai sosial dan budaya gotong royong, sementara 30% lebih menyukai olahraga individu, dan 15% tidak tertarik. Kontribusi kegiatan ini tidak hanya memberikan gambaran empiris mengenai hambatan akses olahraga, tetapi juga menawarkan rekomendasi kebijakan berupa pengembangan fasilitas olahraga terjangkau melalui kolaborasi pemerintah desa, sektor swasta, dan komunitas lokal. Program olahraga berbasis komunitas direkomendasikan sebagai strategi utama karena selain meningkatkan partisipasi fisik, juga memperkuat kohesi sosial. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan implikasi praktis dan teoritis dalam mendorong pembangunan olahraga yang lebih inklusif, berkeadilan, serta selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Copyrights © 2025