Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ulang relevansi teori Spiral of Silence yang dikembangkan oleh Elisabeth Noelle-Neumann (1974, 2004) dalam konteks ekosistem media digital. Fokus kajian diarahkan pada kontroversi mengenai keaslian ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Metode yang digunakan adalah netnografi, dengan unit analisis berupa komentar warganet pada empat podcast YouTube terpilih: dua yang mendukung keaslian ijazah, dan dua yang mendukung narasi ijazah palsu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tidak seperti asumsi teori klasik yang menekankan konsonansi media dan ketakutan terhadap isolasi sosial, ruang digital justru menghadirkan dinamika baru berupa fragmentasi opini, Spiral of Courage, dan terbentuknya Echo Chambers. Di ruang komentar pro-ijazah, opini mengkristal pada pembelaan moral, kepercayaan terhadap institusi, dan testimoni personal. Sementara di ruang komentar anti-ijazah, muncul narasi pembacaan forensik dokumen, kritik terhadap lembaga pendidikan, dan pembelaan terhadap tokoh oposisi. Penelitian ini menegaskan bahwa spiral of silence tidak sepenuhnya lenyap, tetapi bekerja secara lokal dalam komunitas digital tertentu. Di sisi lain, spiral of courage berkembang saat individu merasa didukung oleh kelompok dominan dan memanfaatkan anonimitas sebagai pelindung dari isolasi sosial.
Copyrights © 2025