Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen pembinaan kepala sekolah melalui pembelajaran numerasi dalam upaya meningkatkan kompetensi pedagogik guru di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus di SMA Negeri 1 Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah melaksanakan manajemen pembinaan dalam tiga aspek utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan evaluasi. Perencanaan dilakukan secara sistematis berbasis analisis kebutuhan guru dengan melibatkan guru senior, pengawas, dan komite sekolah. Pengorganisasian kegiatan bersifat kolaboratif, ditandai dengan pembentukan tim pelaksana pembinaan dan pengalokasian anggaran untuk sarana numerasi. Pelaksanaan pembinaan mencakup pelatihan, workshop, supervisi klinis, serta studi banding yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran numerasi secara kontekstual. Evaluasi dilakukan secara berlapis untuk mengukur proses, hasil, dan dampak pembinaan terhadap perubahan perilaku guru dan hasil belajar siswa. Temuan ini memperkuat peran kepala sekolah sebagai pemimpin instruksional dan agen perubahan yang mampu menciptakan budaya belajar profesional berbasis numerasi di sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa manajemen pembinaan kepala sekolah yang terstruktur, kolaboratif, dan berorientasi pada praktik nyata dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas kompetensi pedagogik guru secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025