Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan, tantangan, dan dampak pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPAS kelas 5 di SD Negeri Jatimalang. Masalah utama yang dikaji adalah belum optimalnya pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi karena perbedaan gaya belajar siswa dan keterbatasan waktu guru dalam merancang pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi melalui variasi konten, proses, dan produk, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan kurangnya pemahaman teknologi. Dampaknya, pembelajaran berdiferensiasi meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa, namun masih ditemukan kendala teknis dan sosial. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan kualitas belajar siswa, tetapi membutuhkan dukungan dan strategi yang tepat.
Copyrights © 2025