Pengkajian ini bertujuan untuk merencanakan traffic light pada Simpang Tak Bersinyal (Studi Kasus Simpang Empat Sikumana) Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yaitu metode sistematis dan terstruktur yang berfokus pada pengumpulan serta analisis data numerik. Analisis data dilakukan untuk mengukur, menguji hubungan antar variabel, dan menarik kesimpulan umum berdasarkan analisis statistik. Secara spesifik, penelitian ini menerapkan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) i2023 melalui pengumpulan data volume lalu lintas dan dimensi geometri simpang (jalan mayor arah Timur memiliki empat lajur dengan ilebar 11,9 m, arah Barat empat lajur dengan lebar 10,8 m dan median 13 m; jalan minor arah Utara memiliki dua lajur dengan lebar 7,2 m dan arah Selatan dua lajur dengan lebar 5 m). Hasil simulasi simpang bersinyal 4 fase memperlihatkan variasi kinerja antar pendekat, yaitu untuk Pendekat Utara (arus 263 skr/jam, waktu hijau 20 detik) menghasilkan tundaan 45,4 detik dan antrean 41 imeter; Pendekat Selatan (arus 227 skr/jam, waktu hijau 23 detik) menghasilkan tundaan 47,7 detik dan antrean 54 meter; Pendekat Timur (arus 422 skr/jam, waktu hijau 17 detik) menghasilkan tundaan 38,1 detik dan antrean 35 meter; serta Pendekat Barat (arus i485 skr/jam, waktu hijau 22 detik) menghasilkan tundaan 34,5 detik dan antrean 42 meter, dengan derajat kejenuhan yang seragam sebesar 0,84.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Simpang Sikumana memerlukan pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), dan hasil simulasi memberikan dasar untuk penyesuaian waktu hijau guna mengurangi tundaan, terutama pada pendekat Utara, Selatan, dan Timur.
Copyrights © 2025