SMA Negeri 7 Bogor sebagai Sekolah Ramah Anak menghadapi tantangan dalam meningkatkan kompetensi guru agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan kapasitas kelembagaan dan sistem yang di terapkan untuk meningkatkan komptensi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data primer diperoleh dari wawancara delapan informan, dan data sekunder berupa dokumen resmi sekolah. Analisis data menggunakan pendekatan deduktif tematik dengan memanfaatkan perangkat lunak Nvivo 12. Hasil menunjukkan pelatihan rutin dan kolaborasi efektif memperkuat kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru. Kepala sekolah berperan sebagai pengelola sistem kerja terintegrasi, menciptakan lingkungan belajar kondusif dan adaptif. Keterbatasan sumber daya dan keberagaman karakter siswa menjadi tantangan yang perlu diatasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan model capacity building integrative yang bermanfaat untuk kebijakan praktik pengembangan guru di Sekolah Ramah Anak.
Copyrights © 2025