Proporsi penduduk usia lanjut di Indonesia terus mengalami peningkatan. Implikasi dari penuaan penduduk adalah rendahnya rasio daya dukung yang memicu lansia untuk tetap bekerja. Kebutuhan untuk leisure meningkat pada lansia, namun hampir separuh lansia di Indonesia masih bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik dari lansia yang masih bekerja di sektor informal. Penelitian ini juga memotret korelasi antara rasio daya dukung, dan kepemilikan jaminan sosial dengan banyaknya pekerja lansia berdasarkan provinsi. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data survei angkatan kerja nasional 2018. Metode yang digunakan untuk menjawab penelitian ini adalah analisis korelasi pearson dan regresi logistik biner. Temuan analisis korelasi menunjukan bahwa semakin tinggi rasio daya dukung lansia, semakin sedikit lansia yang bekerja pada suatu provinsi. Jaminan sosial pada lansia memiliki hubungan yang negatif dengan banyaknya lansia yang bekerja. Temuan menarik dari model logit adalah lansia yang mengalami disabilitas baik sedikit maupun sedang lebih cendrung untuk bekerja di sektor informal dibandingkan lansia yang tidak mengalami disabilitas. Pendidikan lansia yang rendah dan menengah memiliki kecendrungan yang lebih tinggi untuk bekerja di sektor informal dibandingkan lansia yang berpendidikan tinggi.
Copyrights © 2020