Kusta multibasiler (MB) merupakan bentuk kusta yang paling menular dan sering disertai komplikasi sistemik seperti anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi pengobatan Multi Drug Therapy (MDT) dengan kejadian anemia serta mengevaluasi profil hematologi pasien kusta MB di Kabupaten Bekasi. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain potong lintang yang dilakukan pada April–Juni 2024 di empat puskesmas. Seluruh pasien kusta MB yang memenuhi kriteria inklusi (n=30) dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Pemeriksaan hematologi menggunakan alat Hematology Analyzer dan data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa 60% responden mengalami anemia, dengan mayoritas dalam kategori ringan (50%). Rata-rata kadar hemoglobin adalah 11,64 g/dL dan nilai minimum mencapai 3,8 g/dL. Namun, uji statistik tidak menunjukkan hubungan bermakna antara lama terapi dan kejadian anemia (p=1,000). Hasil menunjukkan bahwa meskipun anemia sering terjadi pada pasien kusta MB, durasi terapi tidak berpengaruh signifikan. Faktor lain seperti efek samping obat, status gizi, komorbiditas, dan inflamasi kronis diduga turut berkontribusi. Pemantauan hematologi rutin penting untuk deteksi dan penanganan anemia selama terapi MDT.
Copyrights © 2025