Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah di Desa Bandarsono, Kabupaten Batubara, dirancang untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan "Batubara Bahagia". Konsep pembangunan ini diartikan sebagai kondisi masyarakat yang sejahtera, cerdas, kreatif, dan harmonis melalui pembangunan holistik yang mengintegrasikan aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), program ini berfokus pada empat sektor prioritas: pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi digital siswa sekolah dasar, sosialisasi Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang obat) dan edukasi pencegahan stunting. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kapasitas dan pengetahuan peserta di semua sektor, ditandai dengan peningkatan omzet UMKM rata-rata 25% dan peningkatan skor pengetahuan peserta antara 20-35%. Keberhasilan program ini menunjukkan efektivitas pendekatan sinergis dan partisipatif, dengan terbentuknya kelembagaan lokal yang menjamin keberlanjutan dampak positif pasca KKN. Artikel ini menyimpulkan bahwa kolaborasi multidisiplin dan responsif konteks merupakan kunci keberhasilan pemberdayaan masyarakat pedesaan menuju kesejahteraan masyarakat yang lebih baik
Copyrights © 2025