Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap motivasi, pengalaman, dan orientasi pembelajaran warga belajar dewasa dalam kesenian kuda lumping di Sanggar Samudra Jaya, Desa Pal Tiga Puluh, Kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi warga dipengaruhi oleh faktor internal seperti minat pribadi dan hobi, serta faktor eksternal seperti ajakan teman dan dukungan keluarga. Pengalaman belajar mencakup aspek ekonomi, sosial, dan pengembangan diri, di mana kegiatan kesenian menjadi sarana aktualisasi diri, pelestarian budaya, dan penguatan relasi sosial. Proses pembelajaran mengandung nilai karakter seperti disiplin, kerja sama, dan penghormatan terhadap tradisi, serta berbasis pada pengalaman dan pemecahan masalah. Warga belajar juga menunjukkan kesadaran kritis terhadap pentingnya pelestarian budaya dan memiliki konsep diri yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran seni tradisional berbasis budaya lokal mampu memperkuat identitas, membangun solidaritas komunitas, dan berkontribusi pada pelestarian warisan budaya daerah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025