Kesenjangan sosial dalam pendidikan antara wilayah perkotaan dan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) merupakan permasalahan yang masih menjadi penghambat utama penyelesaian proyek-proyek pembangunan nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap stagnasi pendidikan, dampaknya terhadap sumber daya manusia, dan strategi potensial untuk mengurangi kesenjangan tersebut. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi publik dengan menyajikan berbagai literatur akademis, laporan pemerintah, dan temuan penelitian yang berkaitan langsung dengan topik pendidikan di wilayah perkotaan dan 3T. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kekurangan infrastruktur, kinerja siswa yang buruk, kualitas fasilitas belajar yang buruk, dan kondisi sosial ekonomi secara umum merupakan penyebab utama stagnasi pendidikan. Peserta didik di wilayah perkotaan menikmati akses yang lebih baik terhadap teknologi, fasilitas, dan layanan pendidikan, sementara di wilayah 3T, sering kali terdapat permasalahan seperti keterbatasan sarana, sekolah yang jauh, dan kondisi ekonomi keluarga secara keseluruhan. Kondisi ini berimplikasi pada kualitas pendidikan, angka putus sekolah, dan kondisi umum generasi muda dari 3T. Oleh karena itu, diperlukan ketegasan, pemerataan pendidik, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai pengganti solusi tradisional. Studi ini menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat umum dalam memastikan pendidikan yang inklusif dan berjalan dengan baik.
Copyrights © 2025