Kesadaran emosi pada masa dewasa awal, terutama di kalangan mahasiswa, merupakan komponen penting dalam perkembangan psikososial yang dapat mempengaruhi keberhasilan akademik dan penyesuaian diri di lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran emosi pada mahasiswa di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di Universitas Syiah Kuala yang berjumlah 28.004 mahasiswa. Jumlah sampel sebanyak 398 mahasiswa, ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling, dengan jumlah sampel yang dihitung melalui rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan dengan menggunakan Emotional Awareness Questionnaire (EAQ30), yang terdiri dari 30 item pernyataan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil analisis deskriptif ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa (62%) memiliki tingkat kesadaran emosi dalam kategori sedang, sedangkan 31% mahasiswa masuk dalam kategori tinggi, 4% masuk dalam kategori rendah, dan 2% masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis berdasarkan aspek menunjukkan bahwa “Analisis Emosi” memiliki nilai tertinggi (48%), yang mengindikasikan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis dan memahami penyebab emosi mereka. Hal ini diikuti oleh “Memperhatikan Emosi Orang Lain” (39%), yang mencerminkan kemampuan untuk berempati dan memahami emosi orang lain, dan “Membedakan Emosi” (32%), yang menunjukkan kemampuan yang baik untuk membedakan emosi. Kesimpulannya, secara rata-rata, mahasiswa Universitas Syiah Kuala menunjukkan kesadaran emosi yang baik, yang mengindikasikan adanya potensi positif dalam menghadapi tantangan emosi.
Copyrights © 2025