Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Bullying from the Perspective of the Perpetrator Zahra Nelissa; Karina Idrus; M Husen; Nurhasanah Nurhasanah
Proceedings of AICS - Social Sciences Vol 11 (2021): the 11th AIC on Social Sciences, Syiah Kuala University
Publisher : Proceedings of AICS - Social Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying is an act of hurting another person physically, verbally, relationally and cyber bullying that is carried out repeatedly and harms the victim. The purpose of this study was to determine (i) a description of bullying behavior and (ii) a description of bullying behavior based on gender by students at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Aceh Besar. This study uses a quantitative approach with a descriptive method. The study population was 40 students who met the criteria for bullying perpetrators, while the research sample consisted of 40 students with a saturated sample, i.e., the entire population was the sample. Data collection techniques using a Likert scale questionnaire and data analysis techniques using descriptive analysis. The results showed that (i) the description of bullying behavior carried out by students at school was in the low category with an average of 42.28 or with a percentage of 70% (33 students) (ii) a description of bullying behavior based on gender as a whole on average are male students are 53.58 or with a percentage of 53% (10) of the total sample of 19 students and female students are 48.14 are in the low category with a percentage of 86% (18).Keywords: Bullying, Behavior, Students.
Penggunaan media sosial dan kaitannya dengan interaksi sosial Siswa SMP Negeri 4 Banda Aceh Mirsadi Mirsadi; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.486 KB)

Abstract

 Abstract: The study aimed to describe social media usage and social interaction of SMPN Banda Aceh 4 students and the link between the two variables. This study used quantitative approach. The population of this study was 116 students of class VIII with the sample of 90 students. Data collected using social media usage and social interaction scales. Results showed that the use of social media by students at the moderate level was 48.9% and at the high level wass 46.7%. Students' social interaction in the high category was as much as 55.6%. The test of the correlation between the use of social media and the social interaction of students of SMPN 4 Banda Aceh produced a calculated value of 0.418 which was greater than rtable at df of 89 and α 0.05, which was 0.207. That is, the use of social media is positively and significantly related to the social interaction of students with the correlation category which is in the medium category. Because the correlation coefficient is positive, it can be said that the better or the controlled intensity of the use (access) of social media in students, the better the social interaction and vice versa. Therefore, it is expected that BK teachers continue to provide guidance and counseling services that are related so that students are able to use social media as needed and in place and can interact socially well.Keywords: Social Media Usage, Social Interaction, StudentsAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan media sosial dan interaksi sosial siswa SMP Negeri 4 Banda Aceh serta kaitan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 116 siswa kelas VIII. Adapun yang menjadi sampel yaitu 90 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan media sosial siswa pada tingkatan sedang adalah 48,9% dan tinggi adalah 46,7%. Interaksi sosial siswa berada pada kategori tinggi sebanyak 55,6%. Uji korelasi antara penggunaan media sosial dengan interaksi sosial siswa SMP Negeri 4 Banda Aceh menghasilkan nilai rhitung sebesar 0,418 yang lebih besar dari rtabel pada df 89 dan α 0,05 yaitu 0,207. Artinya, penggunaan media sosial berkaitan secara positif dan signifikan dengan interaksi sosial siswa dengan kategori korelasi yang berada pada kategori sedang. Oleh karena koefisien korelasi bertanda positif, maka dapat dikatakan semakin baik atau terkontrol intensitas penggunaan (akses) media sosial pada siswa, maka akan semakin baik pula interaksi sosialnya dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, diharapkan kepada guru BK untuk terus memberikan layanan bimbingan dan konseling yang berkaitan agar siswa mampu menggunakan media sosial sesuai keperluan dan pada tempatnya serta dapat berinteraksi sosial dengan baik.Kata kunci: Penggunaan Media Sosial, Interaksi Sosial, Siswa
Pengaruh komunikasi informasi edukasi kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMPN 6 Banda Aceh 2017 Ria Wanira; Nurhasanah Nurhasanah; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The limited amount of knowledge possessed by teenagers related to their sexual life, causing many teenagers at risk of early marriage problem, pregnancy, and IMs and HIV AIDS. The purpose of this research is to know the difference of students' knowledge about reproduction healthcare IEC between students who are given KIE kespro with not given KIE kespro. The KIE study included a pre-experimental design, using the Independent Sampel T-Test Design design. sample was 30 people. Data collection techniques are questionnaire of reproductive health knowledge and documentation. The technique of processing and data analysis is t-test. Result of research That knowledge of student which not given KIE reproductive health tend to have knowledge that is categorized with mean score 11,60 whereas student knowledge given KIE reproductive health have knowledge which is categorized high with average score 21,76. And value T-test of 8,895. With a 2-tailed sig) that is 0.000. This indicates that the value 0.00 0.05 means that there is the influence of communication, information, education (KIE) reproductive health to knowledge of reproductive health in SMPN 6 Banda Aceh 2017.Keywords : Communication Information Education, Reproductive Health, Youth ABSTRAK Terbatasnya jumlah pengetahuan yang dimiliki remaja terkait dengan kehidupan seksualnya, menyebabkan banyak remaja yang berisiko terhadap permasalahan pernikahan dini,kehamilan,serta IMS dan HIV-AIDS.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan siswa mengenai KIE kesehatan reproduksi antara siswa yang diberikan KIE kespro dengan yang tidak diberikan KIE KIE kespro. Penelitian ini termasuk desain pre-eksperimen, dengan menggunakan rancangan Independent Sampel T-Test Design. Sampel  penelitian adalah 30 orang. Teknik pengumpulan data yaitu angket pengetahuan kesehatan reproduksi dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data adalah t-test. Hasil penelitian Bahwa pengetahuan siswa yang tidak diberikan KIE kesehatan reproduksi cendrung memiliki pengetahuan yang dikategorikan sedang dengan skor rata-ratanya 11,60 sedangkan pengetahuan siswa yang diberikan KIE kesehatan reproduksi memiliki pengetahuan yang dikategorikan tinggi dengan rata-rata skor 21,76. Dan nilai T-test sebesar 8,895. Dengan sig.(2-tailed) yaitu 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai 0,00 0,05 berarti bahwa ada pengaruh Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi di SMPN.6 Banda Aceh tahun 2017.Kata kunci : Komunikasi Informasi Edukasi, Kesehatan reproduksi,Remaja 
Penerapan Teknik Modeling Simbolik Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Di MTsN Model Banda Aceh Yuwinda Ardila; Said Nurdin; Nurhasanah Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

ABSTRACT The study entitled "Implementation of Symbolic Modeling Techniques to Improve Social Skills Students in MTsN Model Banda Aceh" was intended to determine the success of symbolic modeling techniques in improving social skills in students. The study was a pre-experiment conducted in MTsN Model Banda Aceh with the one group pretest-posttest design. Samples involved in this study were 15 students taken from 34 students by using purposive sampling technique. Experiments were performed as many as 9 meetings. Data collected using a four point social skills rating scale and behavior observation. Data analysis technique utilized was Z-score sign-test statistics for quantitative data and qualitative analysis for data collected through observation. Results of quantitative data analysis showed that the obtained Z is 3.87, bigger than Z critics 1.96 at significance level 0.05, then the test hypothesis (Ha) was accepted. The results of qualitative data analysis showed that changes in the behavior of social skills in students gradually as well as their courage in the students to combat all forms of behavior experienced low social skills. It can be concluded that the symbolic modeling techniques can improve the social skills of students. Keywords: Symbolic Modeling Techniques, Social Skills  ABSTRAK Penelitian berjudul “Penerapan Teknik Modeling Simbolik untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa di MTsN Model Banda Aceh” ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan teknik modeling simbolik dalam meningkatkan keterampilan sosial pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen yang dilaksanakan di MTsN Model Banda Aceh dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah 15 peserta didik yang diambil dari 34 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Eksperimen dilakukan sebanyak 9 kali pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala keterampilan sosial yang terdiri dari 4 skala. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis kuantitatif berupa statistik sign-test dengan sampel besar menggunakan rumus Z-score dan analisis kualitatif berupa observasi. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa harga Zhitung Ztabel yaitu 3.87 1.96 pada taraf signifikan 0.05, maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini Ha diterima. Hasil analisis data kualitatif menunjukan bahwa adanya perubahan perilaku keterampilan sosial pada siswa secara bertahap serta adanya keberanian pada siswa untuk melawan segala bentuk perilaku keterampilan sosial rendah yang dialami. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik modeling simbolik dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa. Kata kunci: Teknik Modeling Simbolik, Keterampilan Sosial
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN DENGAN KARAKTER PESERTA DIDIK SMA FAJAR HIDAYAH ACEH BESAR Mazna Hayati; Abu Bakar; . Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 1 (2016): Wisuda Periode Agustus 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.504 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Hubungan Intensitas Pendidikan Kepramukaan dengan Karakter Peserta Didik pada SMA Fajar Hidayah Aceh Besar” ini bertujuan untuk mengetahui gambaran intesitas pendidikan kepramukaan siswa, gambaran karakter peserta didik, mengetahui hubungan antara inetensitas pendidikan kepramukaan dengan karakter peserta didik, serta mengetahui aspek karakter yang memiliki hubungan paling dominan dengan kegiatan kepramukaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Fajar Hidayah berjumlah 159 siswa. Adapun  sampel  sebanyak  117  siswa  yang  diambil  dengan  stratified  random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dengan model skala likert dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase dan korelasi Spearman Rank. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa gambaran intensitas pendidikan kepramukaan siswa SMA Fajar Hidayah cenderung memiliki tingkat yang sedang dengan jumlah siswa sebanyak 111 siswa (94,9%). Sedangkan gambaran karakter  peserta  didik  juga  cenderung  berada  dalam  kategori  sedang dengan jumlah siswa 75 siswa (64,1%). Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan antara intensitas pendidikan kepramukaan dengan karakter peserta didik, diketahui bahwa nilai r table dengan df 117 pada taraf signifikan 0,05 diperoleh r hitung sebesar 0,509. Apabila dibandingkan dengan r table (0,195) maka r hitung r table atau 0,509 0,195. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas pendidikan  kepramukaan  dengan  karakter  peserta didik.  Dengan demikian  dapat dinyatakan bahwa, hipotesis Ha diterima kebenarannya. Sehingga dapat dinyatakan semakin intens pendidikan kepramukaan seseorang, maka semakin baik pula karakter yang dimilikinya. Oleh karena itu diharapkan kepada pihak sekolah terutama pada Pembina pramuka agar lebih meningkatkan pendidikan kepramukaan dan penerapan pendidikan karakter pada siswa.
Kepribadian Guru BK dan Hubungannya dengan Minat Siawa Mengikuti Layanan Konseling Individual Rahima Ayu; Nurhasanah Nurhasanah; Dahliana Dahliana
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.1 KB)

Abstract

This research is entitled "BK Teacher's Personality and Its Relationship with Students' Interest in Following Individual Counseling Services in Banda Aceh State Middle School 17". This study aims to find out the description of the BK teacher's personality and the description of interest of students of Banda Aceh Middle School 17 to solve the problem through individual counseling services and the relationship between the two variables in class VIII students totaling 230 people. The sample is 146 students. This type of research is descriptive correlational with a quantitative approach and uses data collection techniques through questionnaires. The results of the descriptive analysis of the data show that the BK personality teacher's picture is in the high category. This can be seen from the large number of students in the high category, namely 114 people with a percentage of 78%. The description of students' interest in individual counseling services is at a high level. This is evidenced by the number of frequency of student answers as many as 82 people and a percentage of 56.2%. Based on the results of the study there is a relationship between the personality of the counselor with the students' interest in solving the problem through individual counseling services with a value of rcount rtable that is 0.684 0.1625 at alpha 0.05. That is, the personality of the BK teacher is positively and strongly related to students' interest in solving the problem through individual counseling services, so the Ha hypothesis is accepted. In other words, the higher or better the personality of the BK teacher, the higher the students' interest in solving the problem through individual counseling services Keywords: BK Teacher Personality, Student Interest,  Individual Counseling Service ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Kepribadian Guru BK dan Hubungannya dengan Minat Siswa Mengikuti Layanan Konseling Individual pada SMP Negeri 17 Banda Aceh”.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepribadian guru BK dan gambaran minat siswa SMP Negeri 17 Banda Aceh menyelesaikan masalahnya melalui layanan konseling individual serta hubungan antara kedua variabel tersebut pada siswa kelas VIII yang berjumlah 230 orang. Adapun yang menjadi sampel yaitu 146 siswa.Jenis penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui angket.Hasil analisis deskriptif data menunjukkan bahwa gambaran kepribadian guru BK berada pada kategori tinggi.Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah siswa pada kategori tinggi yaitu 114 orang dengan persentase sebesar 78%.Gambaran minat siswa terhadap layanan konseling individual berada pada taraf tinggi.Hal itu dibuktikan dengan jumlah frekuensi jawaban siswa sebanyak 82 orang dan persentase sebesar 56,2%. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara kepribadian guru BK dengan minat siswa menyelesaikan masalahnya melalui layanan konseling individual dengan nilai rhitungrtabel yaitu 0,684 0,1625 pada alpha 0,05. Artinya, kepribadian guru BK berhubungan secara positif dan kuat dengan minat siswa menyelesaikan masalahnya melalui layanan konseling individual, sehingga hipotesis Ha diterima. Dengan kata lain, semakin tinggi atau baik kepribadian guru BK, maka semakin tinggi pula minat siswa menyelesaikan masalahnya melalui layanan konseling individual. Kata kunci:Kepribadian Guru BK, Minat Siswa, Layanan Konseling Individual
Analisis faktor penyebab perilaku tidak disiplin pada siswa SMP Negeri 3 Banda Aceh Ana Fiara; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.564 KB)

Abstract

Abstract: Discipline is an important aspect that students must have in order to complete education well and support their success. This study aims to determine the types of violations of student discipline, the factors causing violations of student discipline and the services provided by the counseling teacher to overcome violations of student discipline. The approach used in this study is qualitative with narrative methods. The research subjects were students who committed disciplinary violations and counseling teachers. Data collection is done through in-depth interviews and data analysis with narrative methods. The results showed that the types of disciplinary violations committed were incomplete attributes, various types of truant behavior, not doing assignments, going out of class, using e-cigarettes and fighting. While the factors that cause students' undisciplined behavior are low self motivation factors, poor time management, family factors, teacher factors, a supportive environment and peer influence. As well as the services provided by counseling teachers are information services, group counseling services, individual services and other activities such as home visits, and case conferences.Keywords: disciplinary violations, causal analysis, guidance and counseling services Abstrak: Kedisiplinan merupakan aspek penting yang harus dimiliki siswa agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan menunjang kesuksesannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pelanggaran disiplin siswa, faktor penyebab pelanggaran disiplin siswa dan layanan yang diberikan oleh guru BK untuk mengatasi pelanggaran disiplin siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode naratif. Subjek penelitian adalah siswa yang melakukan pelanggaran disiplin dan guru BK. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan analisis data dengan metode naratif. Hasil yang diperoleh mengenai pelanggaran disiplin siswa SMP Negeri 3 Banda Aceh terdapat jenis pelanggaran disiplin seperti atribut kurang lengkap, terlambat datang kesekolah, tidak mengerjakan tugas, tidak hadir kesekolah, membolos, keluar masuk kelas, menggunakan rokok elektrik dan berkelahi. Sedangkan faktor penyebab perilaku tidak disiplin siswa adalah faktor motivasi diri rendah, manajemen waktu yang kurang baik, faktor keluarga, faktor guru, lingkungan yang mendukung dan pengaruh teman sebaya. Serta layanan yang diberikan oleh guru bimbingan konseling adalah layanan informasi, layanan konseling kelompok, layanan individual dan kegiatan lain seperti home visit (kunjungan rumah), dan konferensi kasus. Kata kunci: pelanggaran disiplin, analisis penyebab, layanan bimbingan dan konseling
Penerimaan diri remaja di panti asuhan LPI Markaz Al-Ishlah Banda Aceh Teuku Hery Setyawan Hf; Nurhasanah Nurhasanah; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.358 KB)

Abstract

Abstract: This research with title “Teenager Self Acceptance Of LPI Markaz Al-Ishlah Orphanage In Banda Aceh” raised the issue of how self-acceptance in adolescents at the Islamic Education Institution Markaz Al-Ishlah Banda Aceh. This study aims to find out the picture of self-acceptance in adolescents in the future. The approach used is quantitative with the type of descriptive correlational research. The population in this study is all students in Islamic Education Day Markaz Al-Ishlah Banda Aceh, amounting to 162 students. Random sampling (probability sampling) using simple random sampling technique. A total sample of 115 santri aged 15-16 years. Data collection used questionnaire method with likert scale model and self disclosure inventory by Jeanette Murrad Lesmana which was adapted. To determine the level of self-acceptance in adolescents based on the categorization obtained the results of the analysis that generally adolescents have a very high level of self-acceptance as many as 103 students (89%). The results of this study indicate that there is a positive, strong and significant relationship between self-acceptance in adolescents with = 0.564 at a significance level of 0.05.Keywords : Self Acceptance, Teenager, Orphanage Abstrak: Penelitian yang berjudul “Penerimaan Diri Pada Remaja di Panti Asuhan LPI Markaz Al-Ishlah Kota Banda Aceh” mengangkat masalah bagaimana penerimaan diri pada remaja di Panti Asuhan Lembaga Pendidikan Islam Markaz Al-Ishlah Banda Aceh, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri pada remaja kedepannya. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua santri di Dayah Pendidikan Islam Markaz Al-Ishlah Banda Aceh yang berjumlah 162 orang santri. Penarikan sampel secara acak (probability sampling) dengan menggunakan teknik simple random sampling. Total sampel sebanyak 115 orang santri usia 15-16 tahun. Pengumpulan data menggunakan metode quesioner (angket) dengan model skala likert dan self disclosure inventory oleh Jeanette Murrad Lesmana yang diadaptasi. Untuk mengetahui tingkat penerimaan diri pada remaja berdasarkan kategorisasi diperoleh hasil analisis bahwa umumnya remaja memiliki tingkat penerimaan diri yang sangat tinggi yaitu sebanyak 103 siswa (89%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada kaitan yang positif, kuat dan signifikan antara penerimaan diri pada remaja dengan = 0.564 pada taraf signifikan 0.05.Kata kunci: Penerimaan Diri, Remaja, Panti Asuhan
PENERAPAN TEKNIK ANGER MANAGEMENT UNTUK MENURUNKAN PERILAKU AGRESIVITAS SISWA SMAN 5 BANDA ACEH Wulan Handayani; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus agresif dan terjadinya konflik di lingkungan sekolah dipicu karena tidak bisa mengendalikan emosi/kemarahan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku agresivitas siswa sebelum diberikannya treatment teknik anger management, sesudah diberikannya treatment teknik anger management dan membandingkan perbedaan perilaku agresivitas siswa sebelum dan sesudah diberikannya treatment teknik anger management tersebut, yang mana teknik anger management adalah cara seseorang mengelola pikiran, perasaan, amarah, nafsu dengan cara yang terkontrol dan positif, sehingga dapat terhindar dari kemungkinan buruk yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Teknik ini diharapkan dapat menurunkan perilaku agresif siswa yang terdiri dari : Physical aggression (Agresi fisik), Verbal aggression (Agresi verbal), Anger (Kemarahan) dan Hostility (Sikap permusahan). Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif Pre-Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest - Posttest Design. Objek dalam penelitian ini yaitu perilaku agresif siswa, subjek dalam penelitian terdiri dari 30 orang siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala agresivitas dengan reliabilitas sebesar 0.950 artinya memiliki reliabilitas yang sangat tinggi. Teknik analisis data menggunakan uji-T berpasangan (paired samples T-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test adalah 132.27 lebih tinggi dari rata-rata nilai post-test yaitu 91.9. Hasil uji-T diperoleh thitung ttabel (15.091 2,04523). Selain itu nilai nilai sig. (2-tailed) sample t-test adalah 0.000 atau menunjukkan probabilitas dibawah 0,05 (0,000 0,05) yang artinya hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Dengan kata lain, penerapan teknik anger management efektif dilakukan untuk menurunkan perilaku agresivitas siswa di sekolah SMAN 5 Banda Aceh. Kata kunci: Menurunkan perilaku agresivitas, Anger Management, Siswa.
Penerapan sosiodrama untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian sosial siswa sekolah menengah pertama Nurma Ningsih Syahfitri; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Social adjustment is a person's ability to adjust to all demands in the surrounding environment, so that the individual can be accepted, fulfillment of all needs, and obtain satisfaction from the social relationships that are established, and have good sympathy for other people, both friends and strangers. This study aims to see an overview of students' social adjustment abilities before and after being given sociodrama techniques. The research method used is a mixed method or a combination of quantitative and qualitative methods with the form of one group pretest-posttest design and data analysis techniques using the test Wilcoxon. The study sample consisted of 20 students who experienced isolated conditions. Determination of the subject using sociometry and observation. Data collection in this study uses a social adjustment scale that has a reliability of 0.881 which means it has high reliability. The average ability of social adjustment of students before being given treatment is 76.95 with an average percentage of 55.32% and after being given treatment it becomes 98.75 with an average percentage of 70.54%. From the comparison of the average data pretest and posttest, there was a significant change in the form of an increase in students' social adjustment abilities with an average increase of 15.21%. The Wilcoxon test results also show that the comparison of significance obtained is 0.000 0.05, then Ha is accepted and Ho is rejected, meaning that the students' social adjustment ability increases after being given treatment using sociodrama techniques.Keywords: Sociodrama, Students' Social Adjustment CapabilityAbstrak: Penyesuaian sosial merupakan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan segala tuntutan di lingkungan sekitarnya, sehingga individu tersebut dapat diterima, terpenuhinya segala kebutuhan, dan memperoleh kepuasan dari hubungan sosial yang dijalinnya, serta memiliki simpati yang baik terhadap orang lain, baik teman maupun orang yang tak dikenal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kemampuan penyesuaian sosial siswa sebelum dan sesudah diberikan teknik sosiodrama. Metode penelitian yang digunakan yaitu mixed methodhs atau gabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif dengan bentuk one group pretest-postest design dan teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Sampel penelitian terdiri dari 20 orang siswa yang mengalami kondisi terisolir. Penentuan subjek dengan menggunakan sosiometri dan observasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala penyesuaian sosial yang memiliki reliabilitas sebesar 0,881 artinya memiliki reliabilitas tinggi. Rata-rata kemampuan penyesuaian sosial siswa sebelum diberikan treatment sebesar 76.95 dengan rata-rata persentase sebesar 55.32 % dan setelah diberikan treatment menjadi 98.75 dengan rata-rata persentase sebesar 70.54 %. Dari perbandingan data rata-rata pretest dan posttest tersebut, terdapat perubahan yang signifikan berupa kenaikan kemampuan penyesuaian sosial siswa dengan rata-rata peningkatan sebesar 15.21 %.  Hasil uji Wilcoxon juga menunjukkan bahwa perbandingan signifikansi yang diperoleh sebesar 0.000 0.05, maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya kemampuan penyesuaian sosial siswa mengalami peningkatan setelah diberikan treatment dengan menggunakan teknik sosiodrama. Kata Kunci: Sosiodrama, Kemampuan Penyesuaian Sosial Siswa