Studi ini mengkaji transformasi mata pencaharian masyarakat Adat Sakai di era pasca-nomaden melalui studi kasus program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh PT. Pertamina Hulu Rokan, Zona Rokan, Daerah Operasional Banjir Uap Duri di Desa Tengganau, Riau. Pergeseran gaya hidup akibat deforestasi dan modernisasi telah memaksa masyarakat Sakai untuk beradaptasi dari cara hidup berbasis hutan ke sistem permukiman yang mapan. Program pemberdayaan yang berfokus pada penggemukan sapi, peternakan bebek, dan pengolahan pupuk organik ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat ketahanan ekonomi tetapi juga mendorong keberlanjutan lingkungan dan selaras dengan praktik mata pencaharian lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang mengintegrasikan konsep Pemberdayaan Masyarakat dan Kerangka Kerja Mata Pencaharian Berkelanjutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT. Pertamina Hulu Rokan, Zona Rokan, Wilayah Operasi Banjir Uap Duri telah memperkuat lima aset penghidupan (modal manusia, sosial, alam, fisik, dan finansial) sekaligus menjadi media rekonsiliasi sosial antara masyarakat adat dan perusahaan. Dengan demikian, program pemberdayaan ini tidak hanya memperluas akses ekonomi masyarakat Sakai, tetapi juga membentuk siklus keberlanjutan hidup yang tetap relevan dengan tantangan modernisasi.
Copyrights © 2025