Perlawanan terhadap konvoi Sekutu di wilayah Cianjur-Sukabumi tahun 1945-1946 mencerminkan kesiapsiagaan Tentara Republik Indonesia (TRI) dalam mempertahankan kedaulatan pasca-proklamasi. Penelitian ini menyoroti strategi TRI, termasuk taktik "hit and run" dan pemanfaatan jembatan Cisokan sebagai medan tempur yang krusial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis menurut Kuntowijoyo, melalui pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Kajian ini turut mengungkap dinamika pertempuran antara pasukan TRI di bawah pimpinan Letkol Eddie Soekardi dan konvoi Sekutu yang dipimpin Brigadir N.D. Wingrove. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dislokasi pasukan, taktik gerilya, serta pemanfaatan medan seperti Jembatan Cisokan secara strategis oleh TRI berhasil menahan dan melemahkan kekuatan konvoi Sekutu. Kegagalan Sekutu menembus jalur Cianjur-Bandung memperlihatkan keunggulan strategi lokal dalam perang kemerdekaan, sekaligus mengangkat peran penting wilayah Cianjur dalam sejarah perjuangan bersenjata pasca-Proklamasi.
Copyrights © 2025