Latar Belakang: Pembatasan asupan cairan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis cukup sulit karena menyebabkan penurunan asupan oral yang dapat mengakibatkan mulut kering dan lidah jarang dialiri udara sehingga kondisi ini dapat menimbulkan rasa haus. Menghisap es batu merupakan salah satu dari banyak metode manajemen rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik. Studi pendahuluan yang dilakukan di RS Murni Teguh Ciledug didapatkan data pasien yang menjalani hemodialisa pada bulan April 2024 sebanyak 125 pasien.Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi menghisap Es Batu terhadap penurunan skala haus pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Metode penelitian: Quasi experiment design dengan one group comparison pretest-posttest design, dengan Teknik pengambilan sampel ialah purposive sampling. Uji normalitas dengan shapiro-wilk test dan teknik analisis menggunakan uji Paired t test. Hasil: berdasarkan uji paired t est didapatkan nilai p sebesar 0,000, karena nilai p<0,05, maka ada perbedaan intensitas haus sebelum dan sesudah diberikan terapi menghisap es batu. Kesimpulan: Pemberian terapi menghisap es batu berpengaruh dalam menurunkan intensitas rasa haus pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
Copyrights © 2025