Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Kota Semarang, khususnya Kelurahan Gisikdrono yang memiliki angka kasus tinggi hingga berisiko mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB). Rendahnya optimalisasi kader kesehatan dalam pemantauan jentik, kurangnya sosialisasi, serta minimnya pemanfaatan sumber daya lokal seperti tanaman toga menjadi tantangan utama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader melalui program “Pemantik Ikan Serai” (Peningkatan Kemampuan Petugas Jumantik, Program Ikanisasi, dan Pemanfaatan Tanaman Serai). Metode pelaksanaan meliputi pelatihan kader jumantik tentang pemeriksaan jentik, teknik komunikasi edukasi 3M Plus, pengolahan serai menjadi minyak dan sabun cair, serta budidaya ikan pemakan jentik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kader kesehatan dan kader jumantik RW 12 Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang sebanyak 28 orang. Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi dengan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK), sosialisasi, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pemantauan jentik, pengolahan serai, serta penerapan ikanisasi. Monitoring Angka Bebas Jentik (ABJ) juga menunjukkan trend membaik, serta masyarakat mulai mengadopsi perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan demikian, program ini efektif meningkatkan kapasitas kader dan menjadi upaya preventif dalam menekan risiko KLB DBD di Kelurahan Gisikdrono.
Copyrights © 2025