Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka kesakitan dan kematian. Salah satu faktor risiko yang berperan dalam peningkatan tekanan darah adalah kualitas tidur yang buruk. Tidur yang tidak optimal dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis, meningkatkan kadar hormon stres, serta menimbulkan gangguan metabolik yang pada akhirnya berdampak pada tekanan darah. Tujuan dari kajian ilmiah ini adalah menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan pada bulan Maret 2025. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, sedangkan pengukuran tekanan darah dilakukan oleh tenaga medis. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% responden memiliki kualitas tidur yang buruk, 68% berjenis kelamin perempuan, 80% termasuk kategori usia dewasa, dan 60% memiliki riwayat genetik hipertensi. Sebagian besar pasien hipertensi berada pada kategori derajat 1 (55%) dan derajat 2 (38%). Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,001, yang menandakan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, edukasi mengenai pentingnya tidur berkualitas perlu ditingkatkan sebagai bagian dari strategi manajemen non-farmakologis hipertensi.
Copyrights © 2025