Postpartum blues adalah masalah kesehatan mental yang umum dialami oleh ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perubahan suasana hati, perasaan sedih, dan gejala depresi.Penelitian ini menganalisis pengaruh kadar hemoglobin (Hb) dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap risiko postpartum blues pada ibu postpartum kondisi ini jika tidak dikenali dan ditangani dapat berkembang menjadi gangguan depresi postpartum yang lebih berat. Penelitian kuantitatif observasional ini dilakukan di BPM Ida Susila Lamongan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang datang kontrol 1–2 minggu pasca persalinan. Sampel terdiri dari 30 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi mencakup ibu postpartum usia kehamilan cukup bulan (≥37 minggu), bersalin spontan, tidak memiliki riwayat gangguan mental, dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi mencakup ibu yang sedang menggunakan obat psikotropika atau memiliki komplikasi medis berat. Data dikumpulkan melalui kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dan rekam medis pasien, termasuk kadar Hb dan IMT.Hasil: Korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif yang kuat antara kadar Hb dan skor EPDS (r = -0,781, p < 0,05). Regresi linier menunjukkan bahwa Hb dan IMT secara signifikan mempengaruhi skor EPDS, dengan Hb memiliki pengaruh yang lebih besar.Korelasi Pearson antara BMI dan EPDS menunjukkan hubungan positif sedang (r = 0.573, p < 0.05).Kesimpulan: Tingkat Hb yang rendah dan BMI yang tinggi adalah faktor risiko untuk postpartum blues.Studi ini menekankan pentingnya menjaga kadar Hb dan BMI yang sehat untuk mencegah postpartum blues.
Copyrights © 2025