Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENINGKATAN MINAT DONOR DARAH SISWA MELALUI EDUKASI DIGITAL INTERAKTIF. Amalia, Yustisia; Widuri, Sasi; Kusumawardani, Lentera Afrida; Kwarta, Cityta Putri
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh penyuluhan tentang donor darah terhadap minat siswa SMK Negeri 1 Pandeglang untuk melakukan donor darah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest. Sebelum diberikan penyuluhan, data menunjukkan bahwa 51,2% siswa tidak berminat untuk mendonorkan darah, sementara 48,8% siswa berminat. Setelah penyuluhan dengan metode ceramah, hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana 93% siswa menjadi berminat untuk donor darah. Uji Chi Square menunjukkan nilai signifikansi 0,13, yang mengindikasikan bahwa penyuluhan memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan minat donor darah. Hal ini dapat disimpulkan bahwa edukasi tentang donor darah efektif dapat meningkatkan kesadaran dan minat siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Diharapkan hasil dari pengabdian ini dapat menjadi dasar untuk upaya lebih lanjut dalam meningkatkan partisipasi donor darah di kalangan generasi muda.
SOSIALISASI DAN PENYULUHAN KESEHATAN : Upaya Pencegahan Anema dan Gagal Ginjal pada Anak. Kusumawardani, Lentera Afrida; Amalia, Yustisia; Widuri, Sasi; Kwarta, Cityta Putri
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada anak dan risiko gagal ginjal merupakan masalah kesehatan signifikan di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat menjadi faktor utama yang memengaruhi prevalensi kedua kondisi tersebut. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi pola makan sehat, pencegahan anemia, dan penjagaan kesehatan ginjal. Pendekatan yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, workshop memasak menggunakan bahan lokal, dan evaluasi berbasis pretest-posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat, dari 60% yang awalnya tidak memahami pentingnya pola makan bergizi menjadi 85% yang mampu menerapkan langkah pencegahan anemia dan gangguan ginjal. Workshop memasak mendorong perubahan perilaku, dengan masyarakat mulai mengolah makanan bergizi untuk anak-anak. Selain itu, dukungan perangkat desa menghasilkan rencana pengadaan program kesehatan berkelanjutan, seperti pemeriksaan rutin anak. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat dan pencegahan penyakit, sekaligus mendorong kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan. Hasil ini memberikan landasan bagi upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Sawotratap.
Pengaruh imunoterapi sebagai upaya terapeutik wanita dengan endometriosis: Kajian Naratif Ganisia, Ainun; Kwarta, Cityta Putri; Imeldawati, Rakhmalia; Fathiyyah, Nurul
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1564

Abstract

Introduction: Endometriosis is one of the most common gynaecological and systemic diseases, with a remarkable immune background. Patients suffer from pelvic pain and decreased fertility. Due to the different immune components, immunotherapy approaches may be necessary. In endometriosis, the immune system cell fraction shift is well known. In addition, hypoxia and inflammation cause a compromised immune response. Removal of endometriosis has a therapeutic effect, normalizes immune disorders, and remains the most effective causative treatment for pain and infertility. Treatment of endometriosis with immunotherapy is promising due to the significant contribution of immunological factors and the limitations of current treatment methods. The purpose of this study was to determine the effect of immunotherapy in improving fertility in patients with endometriosis. This research method uses a literature review and narrative method by collecting research results related to immunotherapy and endometriosis. Data sources were obtained from various international journals indexed by Scopus from 2018 to 2023. Results: Immunotherapy affects improving fertility in patients with endometriosis. Conclusion: Immunotherapy can improve the peritoneal immune microenvironment and inhibit the development of endometriosis lesions, working synergistically with hormonal therapy to fundamentally relieve disturbing symptoms and improve fertility in patients with endometriosis. Pendahuluan: endometriosis merupakan salah satu penyakit ginekologi dan sistemik yang paling umum, dengan latar belakang imun yang luar biasa. Pasien menderita nyeri panggul dan penurunan kesuburan. Dikarenakan komponen imun yang berbeda, pendekatan imunoterapi mungkin menjadi penting di masa mendatang. Pada endometriosis, pergeseran fraksi sel sistem imun sudah diketahui dengan baik. Selain itu, hipoksia bersamaan dengan peradangan menyebabkan respons imun terganggu. Pengangkatan endometriosis memiliki efek terapeutik, menormalkan gangguan imun, dan tetap menjadi pengobatan kausatif yang paling efektif dalam hal nyeri dan infertilitas. Pengobatan endometriosis melalui imunoterapi cukup menjanjikan karena kontribusi signifikan faktor imunologi dan keterbatasan metode pengobatan saat ini. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh imunoterapi dalam meningkatkan kesuburan pasien dengan endometriosis. Metode penelitian ini  menggunakan literature review dan bermetode narative dengan mengumpulkan hasil-hasil penelitian tentang terkait imunoterapi dan endometriosis. Sumber data didapat melalui berbagai jurnal internasional terindex scopus dari tahun 2018 hingga tahun 2023. Hasil: Imunoterapi berpengaruh dalam meningkatkan kesuburan pasien dengan endometriosis. Kesimpulan: Imunoterapi dapat meningkatkan lingkungan mikro imun peritoneum dan menghambat perkembangan lesi endometriosis, bekerja secara sinergis dengan terapi hormonal untuk secara mendasar meredakan gejala-gejala yang mengganggu dan meningkatkan kesuburan pada pasien dengan endometriosis.
Korelasi Golongan Darah dan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Kwarta, Cityta Putri; Ummah, Kholifatul; Imeldawati, Rakhmalia; Fathiyyah, Nurul; Ganisia, Ainun; Rochmayanti, Shinta Nur; Susila, Ida
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 6 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v6i2.597

Abstract

Anaemia occuring during pregnancy represents a significant public health issue, especially in developing countries. Multiple sources have indicated a correlation between blood type and haemoglobin levels, but local data remains limited. This study aims to assess the distribution of ABO and Rhesus blood types and haemoglobin levels in pregnant women in rural Lamongan, Indonesia, and to evaluate the relationship between them. A cross-sectional study was conducted on 60 pregnant women at Ida Susila's Private Practice (November 2024–May 2025). Blood type data were obtained from the KIA Book, while haemoglobin levels were measured using a digital haemoglobin meter. For the data analysisi, the chi-square test and Spearman’s rho were the chosen statistical tools. Blood type O was the most common (46.7%), followed by B (25%), A (20%), and AB (8.3%). Most respondents were Rhesus positive (96.7%). The highest average haemoglobin levels were found in blood type AB (11.6 g/dl) and the lowest in blood type B (9.9 g/dl). Anaemia was most commonly found in blood group B. Blood group was found to be significantly associated with haemoglobin levels (p=0.009). Blood group, particularly, showed a higher tendency towards anaemia in pregnant women. Early screening of blood group and haemoglobin levels is important for promotive and preventive efforts against pregnancy-related especially in rural areas.
Optimalisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Santri Melalui Intervensi Edukatif dan Fasilitasi Kesehatan di Pondok Pesantren As Shomadiyah Kabupaten Bangkalan Reswari, Putu Ayu Dhana; Amalia, Yustisia; Widuri, Sasi; Kwarta, Cityta Putri; Kusumawardani, Lentera Afrida
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i2.126

Abstract

This community service program aims to improve the implementation of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) among students at the As Shomadiyah Islamic Boarding School in Bangkalan Regency, through educational interventions and health facilitation. The activities were implemented using interactive counseling methods, demonstrations of personal hygiene practices, and the provision of supporting facilities such as handwashing stations, soap, and educational posters. Before the intervention, most students had not consistently implemented PHBS, particularly regarding proper handwashing, maintaining environmental cleanliness, and waste management. After the program, there was an 80% increase in students' knowledge and skills related to PHBS, based on pre- and post-test results. Furthermore, observations showed increased compliance with maintaining personal and environmental hygiene. This program demonstrated that an educational approach combined with the provision of health facilities is effective in optimizing clean and healthy living behaviors within the Islamic boarding school environment. This activity is expected to serve as a model for sustainable health development that can be replicated in other Islamic boarding schools.
HEMOGLOBIN, BODY MASS INDEX, AND POSTPARTUM BLUES BASED ON EPDS SCORES: A CLINICAL OBSERVATIONAL STUDY Ummah, Kholifatul; Susila, Ida; Hubaedah, Annah; Kwarta, Cityta Putri; Fathiyyah, Nurul; Pratiwi, Dessy; Novitasari, Prihatini Dini
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2927

Abstract

Postpartum blues adalah masalah kesehatan mental yang umum dialami oleh ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perubahan suasana hati, perasaan sedih, dan gejala depresi.Penelitian ini menganalisis pengaruh kadar hemoglobin (Hb) dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap risiko postpartum blues pada ibu postpartum kondisi ini jika tidak dikenali dan ditangani dapat berkembang menjadi gangguan depresi postpartum yang lebih berat. Penelitian kuantitatif observasional ini dilakukan di BPM Ida Susila Lamongan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang datang kontrol 1–2 minggu pasca persalinan. Sampel terdiri dari 30 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi mencakup ibu postpartum usia kehamilan cukup bulan (≥37 minggu), bersalin spontan, tidak memiliki riwayat gangguan mental, dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi mencakup ibu yang sedang menggunakan obat psikotropika atau memiliki komplikasi medis berat. Data dikumpulkan melalui kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dan rekam medis pasien, termasuk kadar Hb dan IMT.Hasil: Korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif yang kuat antara kadar Hb dan skor EPDS (r = -0,781, p < 0,05). Regresi linier menunjukkan bahwa Hb dan IMT secara signifikan mempengaruhi skor EPDS, dengan Hb memiliki pengaruh yang lebih besar.Korelasi Pearson antara BMI dan EPDS menunjukkan hubungan positif sedang (r = 0.573, p < 0.05).Kesimpulan: Tingkat Hb yang rendah dan BMI yang tinggi adalah faktor risiko untuk postpartum blues.Studi ini menekankan pentingnya menjaga kadar Hb dan BMI yang sehat untuk mencegah postpartum blues.
FACTORS INFLUENCING ANXIETY DISORDERS IN WOMEN OF PRODUCTIVE AGE WITH CHRONIC HEPATITIS B INFECTION Fathiyyah, Nurul; Ganisia, Ainun; Imeldawati, Rakhmalia; Kwarta, Cityta Putri; Sundjaya, Tonny; Rahmadani, Putri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3141

Abstract

Infeksi Hepatitis B Kronik (IHBK) masih menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, dengan prevalensi tinggi di kalangan wanita usia produktif. Dampak psikologis infeksi hepatitis B kronik, khususnya gangguan kecemasan, sering diabaikan, yang mana berdampak negatif pada kualitas hidup pada populasi ini. Kecemasan yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah kesehatan mental yang lebih parah dan penurunan kesejahteraan. Meskipun penting, faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan pada populasi ini tidak dipahami dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan pada wanita usia subur dengan IHBK untuk memfasilitasi intervensi dini. Sebuah penelitian deskriptif-analitik, cross-sectional dilakukan dengan melibatkan 51 wanita berusia di atas 18 tahun yang didiagnosis dengan IHBK di Palang Merah Indonesia (PMI) di Surabaya. Diagnosis IHBK dikonfirmasi oleh adanya HBsAg selama lebih dari enam bulan. Pemilihan sampel dilakukan secara total sampling. Gangguan kecemasan diukur menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Data tentang usia, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, dan dukungan sosial dikumpulkan melalui wawancara dan catatan medis. Analisis chi-square digunakan untuk menguji hubungan antar variabel dan regresi linier untuk mengukur nilai risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p = 0,005), status perkawinan (0,007), pendidikan (0,016), dan dukungan sosial (0,001) berhubungan secara signifikan dengan gangguan kecemasan. Sebagai kesimpulan, wanita usia subur dengan IHBK memiliki prevalensi gangguan kecemasan yang tinggi. Deteksi dini dan intervensi yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
SOSIALISASI DAN PENYULUHAN KESEHATAN : Upaya Pencegahan Anema dan Gagal Ginjal pada Anak. Kusumawardani, Lentera Afrida; Amalia, Yustisia; Widuri, Sasi; Kwarta, Cityta Putri
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada anak dan risiko gagal ginjal merupakan masalah kesehatan signifikan di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat menjadi faktor utama yang memengaruhi prevalensi kedua kondisi tersebut. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi pola makan sehat, pencegahan anemia, dan penjagaan kesehatan ginjal. Pendekatan yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, workshop memasak menggunakan bahan lokal, dan evaluasi berbasis pretest-posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat, dari 60% yang awalnya tidak memahami pentingnya pola makan bergizi menjadi 85% yang mampu menerapkan langkah pencegahan anemia dan gangguan ginjal. Workshop memasak mendorong perubahan perilaku, dengan masyarakat mulai mengolah makanan bergizi untuk anak-anak. Selain itu, dukungan perangkat desa menghasilkan rencana pengadaan program kesehatan berkelanjutan, seperti pemeriksaan rutin anak. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat dan pencegahan penyakit, sekaligus mendorong kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan. Hasil ini memberikan landasan bagi upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Sawotratap.
PENINGKATAN MINAT DONOR DARAH SISWA MELALUI EDUKASI DIGITAL INTERAKTIF. Amalia, Yustisia; Widuri, Sasi; Kusumawardani, Lentera Afrida; Kwarta, Cityta Putri
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh penyuluhan tentang donor darah terhadap minat siswa SMK Negeri 1 Pandeglang untuk melakukan donor darah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest. Sebelum diberikan penyuluhan, data menunjukkan bahwa 51,2% siswa tidak berminat untuk mendonorkan darah, sementara 48,8% siswa berminat. Setelah penyuluhan dengan metode ceramah, hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana 93% siswa menjadi berminat untuk donor darah. Uji Chi Square menunjukkan nilai signifikansi 0,13, yang mengindikasikan bahwa penyuluhan memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan minat donor darah. Hal ini dapat disimpulkan bahwa edukasi tentang donor darah efektif dapat meningkatkan kesadaran dan minat siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Diharapkan hasil dari pengabdian ini dapat menjadi dasar untuk upaya lebih lanjut dalam meningkatkan partisipasi donor darah di kalangan generasi muda.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dismenore primer terhadap kualitas hidup wanita: Tinjauan pustaka Fathiyyah, Nurul; Kwarta, Cityta Putri; Imeldawati, Rakhmalia; Ganisia, Ainun; Kusumawardani, Lentera Afrida
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1277

Abstract

Disminorea merupakan nyeri haid yang menganggu aktifitas fisik wanita, sehingga seringkali saat menstruasi wanita mengalami nyeri sehingga terganggunya aktifitas dan menurunya kualitas hidup, afaktor-faktor yang berisiko terhadap dismenore primer dari berbagai literatur baik yang bersifat ginekologi, patologis sel imun maupun faktor non-medis lainnya sebagai bahan pembelajaran wanita khususnya wanita remaja untuk peningkatan kualitas hidup dengan memperbaiki faktor-faktor yang berisiko tinggi terhadap kejadian dismenorea. Tulisan ini akan membahas tentang faktor-faktor penyebab terjadinya dismenore primer berdasarkan tinjauan pustaka/literatur review. Kami menggunakan data dari beberapa referensi jurnal tinjauan sistematik, baru, dan beberapa teori dari situs yang terindeks seperti Pubmed, Scopus, Research gate, Ajog, NCBI dan lain-lain dengan menggunakan kata kunci “dismenore primer“atau nyeri haid wanita”. Peneliti menentukan batas maksimal publikasi artikel penelitian dalam 7 tahun terakhir yaitu dari 2018-2024. Hasil yang ditemukan faktor faktor yang berisiko terjadi disminore secara umum yaitu usia awal menstruasi. siklus mentsruasi, riwayat keluarga, tidak olahraga, kurang tidur, stres, cemas, dpresi, pola gaya hidup yang tidak baik, seperti konsumsi makan makanan junkfood, kurang protein, tinggi makanan berlemak, berakohol. Eksplorasi dismenore berkembang sangat pesat diharapkan dapat mengoptimalkan metode yang ada akan memainkan peran penting dalam memahami faktor-faktor yang berisiko terjadi dismenore sehingga dapat mengembangkan terapi terhadap dismenore ini di masa mendatang melalui analisis faktor-faktor penyebab tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup wanita. Kata Kunci: disminore, faktor-faktor, kualitas hidup