Penelitian ini membahas konflik sosial yang terjadi antara para pekerja di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, yang dipicu oleh kesalahpahaman, perbedaan kepentingan, dan lemahnya komunikasi antar kelompok. Peneliti menggunakan pendekatan kewilayahan sebagai metode penyelesaian konflik, dengan mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, dan geografis wilayah setempat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, pemerintah, dan perwakilan pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian konflik dilakukan melalui kerjasama lintas sektor, seperti pembatasan kegiatan kelompok tanpa izin dan penguatan peran tokoh kerukunan. Peran pemerintah sangat penting dalam mediasi dan pengawasan sosial, terutama melalui regulasi dan komunikasi lintas etnis. Pendekatan kewilayahan terbukti efektif dalam menciptakan suasana damai dan mencegah konflik serupa terulang kembali.
Copyrights © 2025