Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT HUNTAP (HUNIAN TETAP) TONDO PASCA RELOKASI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PALU 2018 Haslita Rahmawati Hasan; Nurin Rochayati; Riska R; Muhamad Mukhlis Sudrajad; Moh. Rezky Rajab Anugrah
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i2.10883

Abstract

Abstrak: Bencana alam merupakan faktor yang dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan manusia. Saat terjadinya bencana alam pasti akan membawa efek trauma dan merusak fasilitas yaitu rumah masyarakat yang terdampak bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat sosial ekonomi masyarakat pasca relokasi bencana gempa bumi dan tsunami palu tahun 2018. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrument pertanyaan kepada masyarakat yang berada dan menetap di hunian tetap Tondo. Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan sosial dan ekonomi masyarakat pasca relokasi bencana gempa bumi dan mulai berbenah serta mulai menghilangkan rasa trauma dari efek bencana alam pada tahun 2018 lalu. Masyarakat mulai bisa beradaptasi dengan kondisi sosial yang baru dengan hidup berdampingan yang sebelumnya mereka hidup di hunian sementara yang kemudian berpindah di hunian tetap Tondo. Perubahan kondisi pasca relokasi ke hunian tetap, membawa perubahan sosial ekonomi. Peningkatan itu melihat dari interaksi masyarakat sekitar dan dalam pengembangan wilayah baru tersebut. Selain itu juga, beberapa masyarakat membuka usaha baru dalam penyediaan barang dan jasa agar bisa mempermudah pada kehidupan masyarakat hunian tetap Tondo. Abstract: Natural disasters are factors that can have a negative impact on human life. When a natural disaster occurs, it will definitely bring trauma and damage facilities, namely the homes of people affected by natural disasters such as earthquakes, tsunamis, floods and others. The purpose of this study was to determine the socio-economic level of the community after the relocation of the Palu earthquake and tsunami disaster in 2018. The method used in this study was descriptive qualitative with a question instrument for the people who live and live in the permanent residences of Tondo. The results of the study showed that there were social and economic changes in the community after the earthquake disaster relocation and began to clean up and began to relieve the trauma from the effects of natural disasters in 2018. People began to be able to adapt to new social conditions by living side by side, where they previously lived in temporary housing which then moved to the permanent residence of Tondo. Changes in conditions after relocation to permanent housing, brought socio-economic changes. The increase is seen from the interaction of the surrounding community and in the development of the new area. In addition, several communities have opened new businesses in the provision of goods and services in order to make life easier for the people of Tondo's permanent residences. 
MODEL MANAJEMEN PENGELOLAAN KEBERSIHAN DI KELURAHAN TALISE KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU Haslita Rahmawati Hasan
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.12712

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mengevaluasi model manajemen pengelolaan kebersihan yang ada di Kelurahan Talise. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif melalui informan pelaksana lapangan dan sasaran kebijakan walikota Kota Palu. Metode pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi lalu dilakukan display data serta  pengambilan kesimpulan kemudian verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan kebersihan di Kelurahan Talise belum maksimal karena kurangya armada pengangkut sampah sehingga dinilai belum maksimal dalam pelaksanaanya. Efektivitas serta efisiensi masih belum tercapai karena masih sangat kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Pada beberapa kelurahan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan masih sangat rendah bahkan beberapa oknum masyarakat masih membuang sampahnya diluar bak sampah. Saat ini pemerintah Kelurahan Talise sedang mengusahakan kembali armada tetapi terkendala oleh biaya anggaran sehingga belum dapat menemukan solusi untuk permasalahan ini.   Abstract: This study aims to determine and assess the management model of sanitation management in the Talise Village. This type of research is qualitative through informants implementing the field and the policy objectives of the Mayor of Palu City. The method of data collection consisted of observation, interviews and documentation, then displaying the data and drawing conclusions and then verifying it. The results of this study indicate that the management of cleanliness in the Talise Village has not been maximized due to the lack of a garbage collection fleet so that it is considered not optimal in its implementation. Effectiveness and efficiency have not been achieved because there is still a lack of public awareness in protecting the environment. In several sub-districts that have a high population density, awareness of maintaining environmental cleanliness is still very low, and even some unscrupulous people still throw their garbage outside the trash cans. Currently the Talise Sub-District government is in the process of restoring the fleet but is constrained by budgetary costs so it has not been able to find a solution to this problem.Keywords: Cleaning management model; Bureaucratic Management
The Influence Of An Interactive Learning Model Game Based Learning Using The Wordwall Application On The Geographic Literacy Of Class X Students In MA AN-Nur Gio Parigi Moutong District Nispa; Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita, Nurvita; Novarita, Amalia
Journal of Geography Science and Education Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to determine the influence of the interactive game-based learning model using the Wordwall application on the technological literacy of class X students in Geography Learning at MA An-Nur Gio. This research uses quantitative research methods with a Quasi Experimental research type. Data collection techniques include observation, tests and documentation to determine the effect of the interactive game based learning model using the Wordwall application on students' Geography literacy. Through a series of data analysis tests which include pretest and posttest, as well as implementing various analysis tests using the SPSS IBM 25 application. Based on the results of the n-gain test results in the experimental class it was 60.15% while for the control class it was 17.66%, so it can It was concluded that the n-gain in the experimental class had increased compared to the control class. Based on the hypothesis test, there is a difference in scores between the posttest class and the experimental class, the control class reached 69.16, the posttest reached 83.46. This proves that the Game Based Learning interactive learning model using the Wordwall application has an influence on increasing students' Geography literacy at MA AN-Nur Gio Parigi Moutong Regency.
Implementasi Pendidikan Lingkungan dan Kecerdasan Ekologis Siswa Terhadap Lingkungan Persekolahan di SMA Negeri 3 Palu Ardiansyah, Fahrul; Hasan, Haslita Rahmawati; Hamid, Abdul; Nuraedah, Nuraedah
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i2.29851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implemetasi pendidikan lingkungan dan kecerdasan ekologis siswa di SMA Negeri 3 Palu serta dampaknya terhadap lingkungan persekolahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan yang diterapkan di SMA Negeri 3 Palu tidak hanya dilaksanakan secara teori di dalam ruangan tetapi juga di luar ruangan dan didukung dengan adanya upaya dan kebijakan sekolah yaitu Program Adiwiyata. Indikator kecerdasan ekologis yang memberikan dampak pembentukan kesadaran dan perilaku siswa terhadap lingkungan di SMA yaitu: 1) pengetahuan lingkungan; 2) sikap peduli; dan 3) tindakan konkret. Faktor utama yang mempengaruhi kesadaran dan perilaku siswa terhadap lingkungan sekolah yaitu: 1) faktor internal meliputi pengetahun dan 2) faktor eksternal meliputi: lingkungan sosial, budaya masyarakat sekitar, dan peran orang tua.
The effectiveness of the team quiz type cooperative learning model on the learning outcomes of class XI students in geography subjects at SMAN 4 Palu Nurhaliza, Sitti; Hasan, Haslita Rahmawati; Listiqowati, Ika; Suwarni
Journal of Geography Science and Education Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jgse.v7i1.6377

Abstract

This study aims to determine the influence of the Team Quiz type cooperative learning model on student learning outcomes at SMAN 4 Palu. This study uses a quantitative research method with the type of Quasi Experimental research. Data collection techniques that include observations, tests, and documentation to determine student learning outcomes using a team quiz-type cooperative learning model. The research sample consists of two classes, namely an experimental class that applies the Team Quiz model and a control class that uses the Discussion learning method. Data was collected through learning outcome tests conducted before and after the implementation of the learning model. Data analysis was carried out with a test (t-test) to compare the learning outcomes of the two groups. The results of this study show that the application of the team quiz type cooperative learning model has an influence on the learning outcomes of grade XI students in Geography at SMAN 4 Palu. Based on results The research obtained the average score of student learning outcomes in the experimental class was 78.5 and the control class was 68.58. and data analysis that includes pretest and posttest tests using an inferential statistical formula at a significant level of 0.05. The calculated t-test is obtained t-count = 4.28 and the significant level a = 0.05 in t-table in 1.667 this means t-count > t-table. So that H0 is rejected and H1 is accepted. So it can be concluded that the team quiz type cooperative learning model has an effect on student learning outcomes. Therefore, it is recommended that teachers consider using this model in the learning process to improve student engagement and understanding.
Kontribusi Tradisi Ogoh-Ogoh Terhadap Nilai Sosial Masyarakat di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong Wulandari, Tia; Hamid, Abdul; Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita, Nurvita
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v7i2.100318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi tradisi ogoh-ogoh terhadap nilai sosial masyarakat di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. Tradisi ogoh-ogoh yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi oleh umat Hindu tidak hanya mengandung nilai religius, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap nilai sosial masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, kemudian pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ogoh-ogoh melibatkan partisipasi lintas generasi, baik dari kalangan muda maupun tua yang bekerja sama dalam proses pembuatan ogoh-ogoh dan pelaksanaannya. Masyarakat non-Hindu juga menunjukkan dukungan dengan ikut menyaksikan pelaksanaan tradisi ogoh-ogoh. Beberapa kepala dusun non-Hindu ikut terlibat dalam pelaksanaan tradisi tersebut dengan membantu menjaga keamanan. Tradisi ini memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, toleransi, serta kepedulian terhadap budaya. Pelaksanaan tradisi ogoh-ogoh juga berdampak pada ekonomi pelaku usaha kecil, seperti pedagang makanan dan minuman, penyedia jasa penyewaan baju adat, pengusaha baju dan sablon. Tradisi ini juga meningkatkan daya tarik pariwisata lokal, karena menarik perhatian masyarakat dari luar daerah untuk datang menyaksikan tradisi tersebut. Dengan demikian, tradisi ogoh-ogoh tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga wadah untuk mempererat hubungan sosial antarwarga, penggerak ekonomi dan penguat identitas budaya.
Pola Persebaran Objek Wisata Budaya di Toraja Utara Sulawesi Selatan Bulan, Indra Sombo; Arsy, Risma Fadhilla; Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita, Nurvita
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v7i2.101802

Abstract

Pariwisata budaya merupakan sektor strategis yang tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam pelestarian identitas budaya lokal. Kabupaten Toraja Utara di Sulawesi Selatan dikenal memiliki kekayaan budaya yang unik dan masih terjaga, seperti situs pemakaman batu, rumah adat Tongkonan, serta berbagai tradisi dan upacara adat. Keunikan ini menjadikan wilayah tersebut menarik untuk dikaji, khususnya dalam konteks persebaran objek wisata budaya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Meskipun potensinya besar, kajian spasial mengenai pola persebaran objek wisata budaya di wilayah ini masih terbatas. Padahal, pemahaman pola tersebut penting sebagai dasar perencanaan dan pengelolaan pariwisata berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja objek wisata budaya, menganalisis pola persebaran objek wisata budaya serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial melalui analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbor Analysis), yang diproses menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Data yang digunakan meliputi koordinat geografis objek wisata budaya, data sekunder dari instansi terkait, serta hasil observasi lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola persebaran objek wisata budaya di Kabupaten Toraja Utara bersifat tersebar (dispersed), dengan rasio tetangga terdekat sebesar 1,432244, jarak rata-rata antar objek wisata sebesar 2.415,5181 meter, dan nilai z-score sebesar 2,61493, yang menunjukkan signifikansi statistik (T > 2,58). Pola ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti aspek historis, sosial budaya, dan aksesibilitas wilayah. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kebijakan pariwisata budaya yang berkelanjutan serta perencanaan wilayah berbasis potensi lokal.
Pemanfaatan Teknologi Geospasial Sebagai Media Pembelajaran Geografi di SMA Negeri 5 Sigi Khairurraziq, Khairurraziq; Muis, Arifuddin Abdul; Hasan, Haslita Rahmawati
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.27286

Abstract

Pembelajaran geografi pada sebagian sekolah di Indonesia masih jauh dari sentuhan teknologi geospasial. Keberadaan teknologi geospasial yang dapat diakses secara gratis belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bagaimana pemanfaatan teknologi geospasial sebagai media pembelajaran geografi di SMA Negeri 5 Sigi; dan 2) mengetahui apa saja kendala yang menghambat dalam pemanfaatan teknologi geospasial sebagai media pembelajaran geografi di SMA Negeri 5 Sigi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriftif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, angket dan observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan varifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) pemanfaatan teknologi geospasial sudah digunakan sebagai media pembelajaran geografi di SMA Negeri 5 Sigi dan menybabkan tingginya tingkat pemahaman siswa terkait materi pembelajaran geografi (85,6% siswa berada pada kategori pemahaman tinggi); 2) kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan teknologi geospasial sebagai media pembelajaran geografi di SMA Negeri 5 Sigi antara lain keterbatasan keterampilan guru dalam penggunaan teknologi geospasial, keterbatasan sarana prasarana praktik di sekolah seperti teodolit, stereoskop, serta keterbatasan unit komputer dan internet di sekolah.
Implementasi Media Audio Visual untuk Meningkatkan Pengetahuan Mitigasi Bencana Bagi Siswa Suwarni; Nurvita; Risma Fadhilla Arsy; Haslita Rahmawati Hasan
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v9i4.389

Abstract

The use of audio-visual media is crucial to enhance students' understanding of disaster mitigation material as it can improve students' memory retention. This study aims to determine the effect of utilizing audio-visual media on improving disaster mitigation knowledge among 11th-grade students at Senior High School 10 Sigi. The research used a quasi-experimental method with a non-equivalent control-group design. The research design involved pretests and posttests in both the experimental and control classes. Data analysis techniques included normality tests, homogeneity tests, N-Gain tests, and t-tests. Based on the results of the N-Gain test calculation, the average N-Gain score in the experimental class using audio-visual media was 75.4%, which falls into the high category. Meanwhile, the average N-Gain score in the control class using conventional teaching methods was 49%, which falls into the medium category. The t-test yielded a Sig (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, meaning the hypothesis is accepted. Therefore, it can be concluded that audio-visual media significantly impacts improving students' disaster mitigation knowledge at Senior High School 10 Sigi.
Disaster-Ready School Preparedness In Facing Flood Disasters At Sma Negeri 10, Sigi Regency Nurvita Nurvita; Risma Fadhila Arsy; Haslita Rahmawati Hasan; Suwarni Suwarni
Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Vol. 6 No. 4 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (April
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v6i4.4367

Abstract

This study aims to determine the level of school preparedness at SMA Negeri 10 in facing flood disasters in Rogo Village, South Dolo Sub-district, Sigi Regency. This research uses a qualitative descriptive approach with questionnaire, observation, and documentation methods. School preparedness parameters are 1) Knowledge Attitude or Attitude and Action, 2) Policy Statement or School Policy, 3) Emergency Planning or Emergency Response Plan, and 4) Resource Mobilization Capacity or Resource Mobilization, were collected using questionnaires and analyzed descriptively. Based on data processing and analysis, it was found that the preparedness of the entire School Community (KS) of SMA Negeri 10 Sigi based on a combination of all parameters was in the low category with an index value of 54.14%. It was found that the value of the knowledge parameter was in the medium category with an index of 75.81%, low school policy with an index number of 7.41, low emergency response plan with an index of 50.43, low disaster warning with an index value of 41.23 and resource mobilization in the medium category with an index of 55.74. Thus it can be concluded that SMA Negeri 10 Sigi has not provided educational policies or programs related to flood disaster preparedness in schools, allocated a special budget for school preparedness, policies to integrate flood disaster preparedness materials into relevant subjects and activities. It is necessary to get the attention of the government in this case the District Education Office to immediately carry out regulations and special assistance to prepare disaster preparedness schools, especially at SMAN 10 Sigi and generally in schools located in flood-prone areas.