Penelitian ini mengkaji fenomena rendahnya minat alumni santri pesantren dalam memilih perguruan tinggi dibawah organisasi asal mereka, meskipun lembaga tersebut memiliki legitimasi akademik yang memadai. Tujuan penelitian adalah mengungkap preferensi akademik alumni santri PPI 153 Al-Firdaus dalam memilih perguruan tinggi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pilihan mereka, serta menilai peran nilai-nilai maslahah (ḍarūriyyāt, ḥājiyyāt, taḥsīniyyāt) dalam keputusan akademik tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 32 alumni yang telah lulus dan melanjutkan pendidikan tinggi. Data diperoleh melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78,12% alumni memilih perguruan tinggi negeri dan swasta umum, dengan hanya 3,12% yang memilih kampus Persis. Keputusan didominasi oleh pertimbangan pragmatis seperti akreditasi, biaya, dan prospek kerja, meskipun nilai-nilai maslahah memperoleh pengakuan tinggi dengan skor hajiyyat (4,45), dharuriyyat (4,43), dan tahsiniyyat (4,26). Temuan mengungkapkan paradoks implementasi berupa diskontinuitas struktural antara pembinaan nilai di pesantren dengan implementasi strategis dalam keputusan akademik. Alumni mengalami asimetri informasi dan keterbatasan bimbingan akademik, sehingga lebih bergantung pada jejaring horizontal dibanding arahan struktural dari pesantren. Penelitian merekomendasikan pengembangan kurikulum bimbingan akademik berbasis maslahah, penguatan sistem informasi terpadu, dan strategic repositioning kampus-kampus Islam untuk membangun citra yang lebih kompetitif.
Copyrights © 2025