Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan inovasi dalam pembelajaran Fikih di MI Tahfidz Annur Genaharjo dalam kerangka implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini menekankan pembelajaran kontekstual, berdiferensiasi, dan berbasis proyek. Namun dalam pelaksanaannya, guru menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan literasi digital, minimnya pelatihan teknis, dan kurangnya sarana pendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengembangkan berbagai inovasi seperti blended learning, pemanfaatan media digital (Kahoot, YouTube, Canva), serta penerapan pembelajaran berdiferensiasi sesuai gaya belajar siswa. Meskipun menghadapi tantangan, guru mampu menciptakan pembelajaran Fikih yang adaptif dan kontekstual. Studi ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru serta penguatan dukungan sistemik agar pembelajaran Fikih sesuai semangat Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025