Artikel ini membahas tentang perjuangan HMI melawan PKI dalam konteks politik Indonesia pada masa Orde Lama. HMI menghadapi berbagai tantangan, termasuk propaganda, pelecehan, dan ancaman fisik dari PKI yang ingin membubarkan organisasi tersebut. Namun, HMI, dengan dukungan dari pihak militer dan organisasi anti-komunis lainnya, berhasil bertahan dan memainkan peran penting dalam menekan PKI. Pembubaran PKI setelah peristiwa G30S menjadi bukti kekuatan dan ketahanan HMI dalam menghadapi ancaman ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan Pancasila. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jalannya gerakan HMI dalam melawan PKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi mahasiswa Islam yang menjadi salah satu target utama pengganyangan oleh PKI dalam rangka perebutan hegemoni ideologi dan kekuasaan menjelang meletusnya Gerakan 30 September 1965. Dalam penelitian ini, teknik analisis data dilakukan melalui pendekatan studi pustaka dan dokumentasi sejarah yang relevan dengan pokok kajian, yaitu konflik ideologis antara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada era 1960-an. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang generasi muda, khususnya aktivis mahasiswa, dapat belajar dari sejarah ini tentang pentingnya integritas, kesiapan ideologis, dan ketahanan organisasi dalam menghadapi tekanan politik ekstrem.
Copyrights © 2025