Museum Songket di Palembang merupakan institusi budaya yang memiliki peran penting dalam pelestarian kain tradisional khas Sumatera Selatan, khususnya kain Songket yang kaya nilai sejarah dan estetika. Namun, metode penyampaian informasi koleksi yang masih bersifat konvensional sering kali kurang menarik bagi pengunjung, terutama generasi muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media interaktif dalam memperkenalkan motif-motif Songket koleksi Museum Songket Zainal dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Aplikasi AR yang dikembangkan menampilkan visualisasi motif kain berbasis marker, dilengkapi dengan deskripsi dan fitur kuis untuk mengukur pemahaman pengguna. Sosialisasi dilakukan secara langsung kepada pengunjung museum dan secara daring kepada masyarakat umum. Hasil evaluasi menggunakan instrumen System Usability Scale (SUS) menunjukkan skor rata-rata sebesar 71 dari 30 responden, yang mengindikasikan tingkat usabilitas aplikasi yang baik. Penggunaan teknologi AR terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan minat pengunjung terhadap warisan budaya kain tradisional khusunya songket, sekaligus menjadi solusi pelestarian koleksi yang sudah rapuh tanpa kontak fisik langsung. Kegiatan ini mendorong pengelola museum untuk mempertimbangkan adopsi teknologi digital sebagai bagian dari strategi edukasi dan pelestarian budaya yang lebih adaptif di era digital.
Copyrights © 2025