Antioksidan merupakan senyawa yang berperan penting dalam menangkal dan memperbaiki kerusakan sel yang ditimbulkan radikal bebas yang juga berpotensi menimbulkan stres oksidatif di dalam sistem biologis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol kulit buah mangga (Mangifera indica L.) dibandingkan vitamin C sebagai kontrol positif. Metode maserasi dipilih sebagai proses ekstraksi sampel dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Uji skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Temuan skrining fitokimia mengindikasikan adanya senyawa metabolit sekunder yang ada pada sampel segar, simplisia maupun ekstrak. Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) digunakan untuk menentukan aktivitas antioksidan, dengan pembacaan absorbansi pada panjang gelombang 515,60 nm melalui spektrofotometri. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai IC₅₀ yang diperoleh dari ekstrak etanol kulit mangga adalah 29,38 µg/mL, sedangkan vitamin C menunjukkan aktivitas antioksidan lebih tinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 5,08 µg/mL. Berdasarkan kategori daya antioksidan, kedua sampel termasuk dalam kelompok antioksidan “sangat kuat.” Temuan ini mengindikasikan bahwa “kulit buah mangga berpotensi menjadi sumber antioksidan alami yang efektif”.
Copyrights © 2025