Luka sayat merupakan suatu keadaan hilangnya atau kerusakan jaringan tubuh akibat dari benda tajam. Kolagen merupakan komponen penting dari proses penyembuhan luka berguna untuk perancah struktural alami atau substrat untuk pertumbuhan jaringan baru dan terlibat dalam semua tahap penyembuhan luka, termasuk hemostasis, peradangan, proliferasi, dan remodelling. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak kolagen kulit ikan tuna (EKKIT) terhadap penyembuhan luka sayat. Rancangan penelitian ini yaitu simple random sampling dengan uji ninhidrin, uji Hopkins-Cole dan penyembuhan luka sayat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium. Metode yang digunakan EKKIT yaitu metode ekstraksi ASC (Acid Soluble Collagen) dengan asam asetat. Uji karakteristik dilakukan dengan uji ninhidrin dan uji Hopkins-Cole pada EKKIT. Sampel yang dipakai adalah kulit ikan tuna (Thunnus obesus). Hewan uji mencit putih jantan (Mus musculus) dengan berat 20-30 gram sebanyak 25 ekor. Dianalisis dengan SPSS secara One Way of Variance (ANOVA). Uji ninhidrin menunjukkan terjadinya perubahan warna ungu dan uji Hopkins-Cole pembentukan cincin pada pisahan dua lapisan. Dari hasil prosentase penyembuhan luka sayat menunjukkan bahwa EKKIT 5% memiliki nilai prosentase 32,50%, EKKIT 10% memiliki nilai prosentase 33,00%, serta EKKIT 20% memiliki nilai prosentase 43,10%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa EKKIT 20% dapat memberikan efek penyembuhan terbaik pada luka sayat.
Copyrights © 2024