Kenaikan biaya layanan kesehatan global serta tuntutan pencapaian Cakupan Kesehatan Semesta (UHC) menuntut strategi alokasi sumber daya yang efisien dan adil. Ekonomi kesehatan menjadi kerangka analitis untuk menilai intervensi, efektivitas biaya, dan distribusi manfaat kesehatan. Studi ini merupakan narrative integrative review terhadap 20 artikel peer-reviewed (2020–2025) yang diperoleh melalui PubMed Central, DOAJ, dan repositori institusi menggunakan kata kunci “health economics” “cost-effectiveness” “resource allocation” “efficiency” dan “health system management”. Hasil menunjukkan bahwa evaluasi ekonomi—cost-effectiveness, cost-utility, cost-benefit, dan cost-minimization—menjadi instrumen utama prioritisasi intervensi; teknik manajerial seperti Just-In-Time dan Total Quality Control efektif mengurangi pemborosan; metode lanjut seperti probabilistic sensitivity analysis dan distributional cost-effectiveness analysis mengintegrasikan aspek keadilan; sementara kerangka Health Technology Assessment (HTA) adaptif diterapkan mulai dari QALY threshold di Inggris hingga causal loop diagrams di Thailand. Hambatan utama meliputi keterbatasan data dan kurangnya tenaga terlatih, sedangkan manfaatnya mencakup efisiensi biaya, perluasan akses, dan keberlanjutan pembiayaan. Kesimpulannya, ekonomi kesehatan memberikan kerangka komprehensif untuk meningkatkan mutu, aksesibilitas, dan keberlanjutan sistem pelayanan kesehatan, serta dapat menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis bukti. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis komprehensif yang tidak hanya menekankan efisiensi biaya, tetapi juga integrasi prinsip keadilan (equity) melalui pendekatan distribusional dan prosedur fairness, sehingga ekonomi kesehatan diposisikan bukan semata alat penghematan, melainkan instrumen strategis dalam pemerataan akses dan penguatan kebijakan kesehatan berkelanjutan
Copyrights © 2025