Reaksi gugup, tegang ataupun reaksi kecemasan lainnya yang terjadi secara intens akan memunculkan terjadinya gangguan kesehatan mental berbasis kecemasan atau gangguan kecemasan. Ketika siswa merasa tertekan, akan memicu rasa takut, putus asa, dan situasi yang tidak dapat dikendalikan. Penelitian dilaksanakan dalam rangka untuk mengetahui dan menjelaskan peran guru dalam upaya menangani kecemasan akademik yang dialami oleh para siswa. Metode penelitian yang digunakan berupa scoping review. Penerapan situasi didaktis, discovery learning, layanan bimbingan konseling kelompok, dan teknik disensitiasi sistematis dapat membantu siswa dalam mengurangi kecemasan yang dialaminya. Lingkungan kondusif yang diciptakan oleh guru dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kesehatan mental siswa.
Copyrights © 2025