Kitab Mikha 2:1-13 menyingkap ketegangan teologis antara murka Allah yang membinasakan dan kasih-Nya yang memulihkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh relevansi pesan Mikha dengan krisis moral kontemporer, khususnya praktik ketidakadilan, korupsi, dan penindasan sosial di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menafsirkan secara mendalam pesan teologis Mikha 2:1-13 dengan pendekatan ekspositori, menegaskan keterkaitan antara penghukuman dan pemulihan, serta menunjukkan signifikansinya bagi gereja masa kini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka, yang melibatkan analisis terhadap Kitab Mikha sebagai sumber primer serta literatur klasik dan kontemporer sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosa yang dirancang secara sadar dan struktural (ay. 1-11) mendatangkan hukuman Allah yang tegas, yang tidak hanya merusak aspek sosial tetapi juga memutuskan relasi umat dengan Allah. Namun, janji pengumpulan kembali umat (ay. 12-13) menegaskan kasih Allah yang memulihkan identitas rohani dan sosial umat perjanjian. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penghukuman dan pemulihan merupakan satu kesatuan dalam teologi kenabian, yang menuntut gereja masa kini untuk menggabungkan suara profetik melawan dosa dengan pewartaan kasih yang menghadirkan pemulihan.
Copyrights © 2025