Pelayanan bimbingan dan konseling memiliki peranan penting dalam mengembangkan potensi siswa di sekolah. Salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses konseling adalah kemampuan konselor dalam menerapkan sikap dan pendekatan yang tepat, salah satunya sikap lemah lembut. Konsep lemah lembut ini sebenarnya telah digariskan dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 159 yang menekankan pentingnya berlaku lemah lembut, pemaaf, bermusyawarah, dan bertawakkal dalam menangani suatu permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi sikap lemah lembut berdasarkan nilai-nilai Surah Ali Imran ayat 159 dalam praktik layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen yang melibatkan 4 orang guru Bimbingan dan Konseling dari 4 sekolah menengah atas di Kabupaten Sijunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konselor memahami pentingnya bersikap lemah lembut dan menerapkannya melalui penggunaan bahasa yang santun, menunjukkan empati dan kepedulian, bersikap sabar, menghargai pendapat siswa, serta menjalin hubungan secara bertahap. Implementasi sikap lemah lembut terbukti membawa manfaat positif seperti meningkatkan keterbukaan dan kepercayaan siswa, menciptakan hubungan yang lebih dekat dan penuh kehangatan, serta membuat siswa lebih kooperatif. Penelitian ini menegaskan relevansi nilai-nilai Al-Qur'an, khususnya sikap lemah lembut, untuk diimplementasikan dalam praktik bimbingan dan konseling di sekolah.
Copyrights © 2024