Kolaborasi antar personil sekolah sangat penting dalam pelaksanaan manajemen BK. Namun nyatanya fenomena yang terlihat dilapangan masih terdapat personil sekolah yang belum melakukan perannya masing-masing dalam pelayanan BK dengan maksimal. Seperti dukungan sarana dan prasarana yang kurang dari kepala sekolah, guru BK yang tidak membuat program dengan efektif dan efesien, dan guru bidang studi/kelas yang tidak bekejasama dalam membagi informasi mengenai pola perkembangan siswa dikelas. Dalam pelaksanaan manajemen disekolah dihimpun oleh suatu kurikulum yang disebut kurikulum merdeka. Kurikulum Merdeka menekankan pada pengembangan potensi individu siswa melalui pendekatan yang lebih fleksibel dan personal. Dalam konteks ini, peran bimbingan dan konseling menjadi sangat penting untuk membantu siswa mengatasi berbagai tantangan akademik dan non-akademik. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kolaborasi antar peronil sekolah dalam BK. Sehingga diperlukan sistem manajemen yang baik agar pelayanan BK terlaksana dengan optimal. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam mengenai bagaimana manajemen BK dalam pengoptimalan peranan personil sekolah untuk kolaborasi pelaksaan BK disekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan mengumpulkan data-data dari hasil penelitian terdahulu dan hasil-hasilnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan BK disekolah harus menerapkan POAC agar personil sekolah mengetahui dan menjalankan perannya, dengan begitu dapat terciptanya kolaborasi personil sekolah dalam pelaksanaan BK yang optimal sesuai dengan kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2024