Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan masalah bangun ruang berdasarkan gaya belajar visual menggunakan pendekatan teori Felder dan Silverman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dua subjek, yaitu siswa dengan gaya belajar visual-visual dan visual-verbal. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, wawancara, dan lembar observasi. Analisis dilakukan berdasarkan tiga indikator kemampuan spasial, yaitu spatial visualization, spatial orientation, dan speeded rotation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan gaya belajar visual-visual memiliki kemampuan spasial yang lebih baik dibandingkan subjek visual-verbal. Subjek visual-visual mampu memvisualisasikan bentuk, memahami perubahan orientasi, dan menggambarkan bangun ruang dengan lebih akurat. Sebaliknya, subjek visual-verbal cenderung membutuhkan pendampingan verbal dan mengalami kesulitan dalam menggambarkan bentuk secara utuh. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya belajar berpengaruh terhadap strategi penyelesaian masalah spasial. Oleh karena itu, guru perlu menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik gaya belajar siswa untuk meningkatkan pemahaman konsep geometri
Copyrights © 2025