Tradisi Kayik Nari pada masyarakat Serawai di Desa Suka Bandung, Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan, merepresentasikan kearifan lokal yang berfungsi menanamkan nilai sosial, memperkuat solidaritas, dan membentuk kohesi masyarakat di tengah arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan penerapan tradisi Kayik Nari dalam kehidupan masyarakat, (2) mengidentifikasi nilai-nilai sosial yang dikandungnya, dan (3) menjelaskan bagaimana tradisi tersebut membentuk sikap peduli sosial generasi muda. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis data model interaktif yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjaga keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Kayik Nari—meliputi mandi penyucian, periasan “pengantin kecil,” dan tarian mengelilingi tunas kelapa—sarat simbol moral, spiritual, dan sosial yang diinternalisasikan melalui partisipasi kolektif keluarga, tetangga, dan tokoh adat. Nilai gotong royong, solidaritas, religiusitas, penghormatan terhadap leluhur, empati, dan kebersamaan terbukti terpelihara melalui praktik bersama yang berulang, sekaligus memperkuat identitas budaya dan membentuk sikap peduli sosial anak.
Copyrights © 2025