Individu yang mengalami skizoafektif menghadapi tantangan dalam menanggulangi gejala yang signifikan pada perubahan suasana hati dan gejala psikotik. Individu yang mengalami skizoafektif akan lebih sulit untuk memahami dan berbagi perasaan dengan orang lain. Oleh sebab itu, penting bagi individu untuk dapat mengenali dan mengelola emosinya dengan meningkatkan kemampuan manajemen emosinya agar dapat mencapai fungsi psikologis yang optimal dengan cara yang lebih positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan implementasi terapi suportif ekspresif dalam mengembangkan kemampuan manajemen emosi pada individu dengan gangguan skizoafektif. Asesmen pada penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan tes psikologi. Berdasarkan hasil asesmen subjek yang merupakan seorang perempuan berusia 35 tahun memenuhi kriteria umum untuk diagnosis gangguan skizoafektif. Evaluasi pasca intervensi menunjukkan kemajuan manajemen emosi subjek skizoafektif, yang mencakup aspek pemahaman emosi, pengenalan pemicu emosi dan kesadaran diri terkait emosi.
Copyrights © 2025