Pendidikan Islam Indonesia dihadapkan pada tantangan menjaga tradisi pesantren sekaligus beradaptasi dengan tuntutan modernitas. Penelitian ini bertujuan menguraikan struktur nilai tradisi pesantren, menelaah pemikiran pendidikan Ahmad Dahlan melalui dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis, serta menafsirkan relevansinya bagi reformasi nilai pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis isi terhadap karya primer Ahmad Dahlan dan literatur akademik sekunder bereputasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pesantren mengandung sistem nilai yang mencerminkan kesinambungan otoritas keilmuan, transmisi pengetahuan, dan pembentukan karakter spiritual. Pemikiran Ahmad Dahlan menghadirkan sintesis yang mereposisi nilai-nilai tradisi dalam bentuk baru: secara ontologis menegaskan manusia sebagai makhluk historis dan rasional, secara epistemologis menggeser pola transmisi ke arah dialogis-kontekstual, dan secara aksiologis menguatkan orientasi sosial dari nilai keagamaan. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan filsafat pendidikan Islam dengan memberikan model konseptual reformasi nilai yang menjaga akar tradisi sekaligus mendorong inovasi kelembagaan pesantren.
Copyrights © 2025