Mas'ady Ashabul Kahfi
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Relevansi Kurikulum Merdeka terhadap Tujuan Pendidikan Islam Berdasarkan Q.S. Al-Qashas Ayat 77 Mas'ady Ashabul Kahfi; Dzikrul Akbar; Ahmad Yusam Thobroni
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i2.1412

Abstract

Kurikulum merdeka ialah kuriklum sebagai respon atas evaluasi kurikulum 2013 dan kurikulum darurat dan sebagai penyempurna dari kurikulum sebelumnya yang memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran. Indonesia tergolong negara yang sering berganti-ganti kurikulum. Tidak semua perubahan membawa proses dan hasil yang baik, oleh karena itu sebagai respon atas pergantian kurikulum ini, penelitian ini bertujuan untuk menemukan relevansi antara kurikulum merdeka sebagai kurikulum terbaru negara terhadap tujuan pendidikan islam berdasarkan Q.S. al-Qashas ayat 77. Manfaat daripenelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana posisi pendidikan islam dalam kurikulum merdeka. Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan metode studi literatur dan kualitatif dengan teknik mengumpulkan data dari buku, artikel jurnal, wawancara, dan observasi secara langsung di lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, pendidikan nasional yang memuat kurikulum di dalamnya tidak dapat terpisahkan dari pendidikan islam. Negara dengan pancasila sebagai dasar bernegara yang menempatkan sila ketuhanan dan sila kemanusiaan di dalam nya menunjukkan betapa pentingnya pendidikan islam dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu penanaman dan peningkatan keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta membentuk akhlakul karimah.
Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi Berbasis Teori Belajar Sibernetik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Mas'ady Ashabul Kahfi; Frafasta Yafithufail
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.5880

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), terutama karena implementasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) masih terbatas oleh kesenjangan akses dan rendahnya kompetensi guru dalam literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran TIK dalam pembelajaran PAI dengan menggunakan teori belajar sibernetik sebagai kerangka konseptual. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik analisis konten terhadap berbagai sumber primer dan sekunder, termasuk artikel jurnal bereputasi, buku, serta laporan resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teori sibernetik dengan TIK mampu meningkatkan interaktivitas, mempercepat mekanisme umpan balik, dan memungkinkan personalisasi pembelajaran, yang pada gilirannya memperkuat keterlibatan dan pemahaman peserta didik dalam PAI. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa teori sibernetik relevan untuk memahami dinamika pembelajaran digital, sementara pemanfaatan TIK membuka peluang strategis dalam menciptakan model pembelajaran agama yang lebih adaptif dan inovatif. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kompetensi guru PAI dalam literasi digital religius serta perlunya dukungan kebijakan pendidikan yang merata, sehingga integrasi teori dan teknologi dapat menjawab kebutuhan generasi muslim di era digital
Dialektika Tradisi dan Inovasi dalam Filsafat Pendidikan Ahmad Dahlan: Relevansinya terhadap Reformasi Nilai Pesantren Mas'ady Ashabul Kahfi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2333

Abstract

Pendidikan Islam Indonesia dihadapkan pada tantangan menjaga tradisi pesantren sekaligus beradaptasi dengan tuntutan modernitas. Penelitian ini bertujuan menguraikan struktur nilai tradisi pesantren, menelaah pemikiran pendidikan Ahmad Dahlan melalui dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis, serta menafsirkan relevansinya bagi reformasi nilai pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis isi terhadap karya primer Ahmad Dahlan dan literatur akademik sekunder bereputasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pesantren mengandung sistem nilai yang mencerminkan kesinambungan otoritas keilmuan, transmisi pengetahuan, dan pembentukan karakter spiritual. Pemikiran Ahmad Dahlan menghadirkan sintesis yang mereposisi nilai-nilai tradisi dalam bentuk baru: secara ontologis menegaskan manusia sebagai makhluk historis dan rasional, secara epistemologis menggeser pola transmisi ke arah dialogis-kontekstual, dan secara aksiologis menguatkan orientasi sosial dari nilai keagamaan. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan filsafat pendidikan Islam dengan memberikan model konseptual reformasi nilai yang menjaga akar tradisi sekaligus mendorong inovasi kelembagaan pesantren.
PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM KH HASYIM ASY’ARI: DARI PESANTREN KE PENDIDIKAN NASIONAL Mas'ady Ashabul Kahfi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.34101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradigma pendidikan Islam KH Hasyim Asy’ari dengan meninjau kontribusinya dari basis pesantren hingga relevansinya terhadap pendidikan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan sumber data berupa buku akademik, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi pola dan tema utama dalam pemikiran beliau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma pendidikan KH Hasyim Asy’ari menekankan tiga aspek utama: pertama, tujuan pendidikan berorientasi pada pembentukan akhlak dan adab; kedua, integrasi ilmu agama dan ilmu umum dalam kerangka kesatuan ilmu; dan ketiga, relasi etis guru dan murid sebagai poros utama proses pendidikan. Dalam konteks pesantren, paradigma ini diwujudkan melalui keseimbangan antara pelestarian tradisi keilmuan klasik dengan adaptasi terhadap kebutuhan zaman. Sementara itu, dalam konteks pendidikan nasional, pemikiran KH Hasyim Asy’ari berkontribusi pada penguatan pendidikan karakter, pengakuan formal pesantren melalui kebijakan negara, serta pengembangan nilai kebangsaan dalam sistem pendidikan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran KH Hasyim Asy’ari relevan bagi pembaruan pendidikan Indonesia modern, khususnya dalam membangun sistem pendidikan yang holistik, berbasis nilai Islam, dan adaptif terhadap tantangan global.
PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM KH HASYIM ASY’ARI: DARI PESANTREN KE PENDIDIKAN NASIONAL Mas'ady Ashabul Kahfi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.34101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradigma pendidikan Islam KH Hasyim Asy’ari dengan meninjau kontribusinya dari basis pesantren hingga relevansinya terhadap pendidikan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan sumber data berupa buku akademik, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi pola dan tema utama dalam pemikiran beliau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma pendidikan KH Hasyim Asy’ari menekankan tiga aspek utama: pertama, tujuan pendidikan berorientasi pada pembentukan akhlak dan adab; kedua, integrasi ilmu agama dan ilmu umum dalam kerangka kesatuan ilmu; dan ketiga, relasi etis guru dan murid sebagai poros utama proses pendidikan. Dalam konteks pesantren, paradigma ini diwujudkan melalui keseimbangan antara pelestarian tradisi keilmuan klasik dengan adaptasi terhadap kebutuhan zaman. Sementara itu, dalam konteks pendidikan nasional, pemikiran KH Hasyim Asy’ari berkontribusi pada penguatan pendidikan karakter, pengakuan formal pesantren melalui kebijakan negara, serta pengembangan nilai kebangsaan dalam sistem pendidikan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran KH Hasyim Asy’ari relevan bagi pembaruan pendidikan Indonesia modern, khususnya dalam membangun sistem pendidikan yang holistik, berbasis nilai Islam, dan adaptif terhadap tantangan global.