Penelitian ini menelaah penggunaan teks akademik dan non-akademik oleh mahasiswa serta dampaknya terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan survei 45 responden, mayoritas mahasiswa sering menggunakan teks akademik seperti jurnal, buku teks, dan makalah, meskipun durasi membaca masih terbatas pada satu hingga dua jam per minggu. Di sisi lain, teks non-akademik juga banyak diminati, terutama video, artikel populer, dan podcast. Sebanyak 93,3% responden merasa bahwa teks non-akademik membantu pemahaman materi karena lebih praktis, kontekstual, dan mudah dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis teks saling melengkapi: teks akademik memberikan dasar teori dan analisis mendalam, sedangkan teks non-akademik memperkaya pemahaman melalui konteks nyata. Dengan demikian, integrasi keduanya berpotensi meningkatkan efektivitas, motivasi, dan pengalaman belajar mahasiswa.
Copyrights © 2025