Kekencangan baut yang tidak sesuai standar dalam perakitan kendaraan dapat menyebabkan kerusakan komponen dan meningkatkan risiko kecelakaan, sehingga pengukuran torsi baut menjadi aspek krusial di industri otomotif. Torque wrench analog yang umum digunakan masih memiliki keterbatasan dalam akurasi karena rentan terhadap kesalahan paralaks. Penelitian ini mengembangkan prototipe alat ukur torsi baut berbasis mikrokontroler Arduino Nano dengan sensor load cell 10 kg yang mampu mendeteksi perubahan regangan saat diberikan pembebanan pada handle. Prototipe dilengkapi dengan tombol fungsi, LCD OLED 0,96" sebagai display, serta buzzer sebagai indikator apabila nilai pengukuran torsi telah tercapai. Terdapat tiga mode pengaturan yaitu tara, pemilihan nilai torsi, dan pemilihan satuan pengukuran dalam N.m atau kgf.m. Rentang pengukuran torsi mencapai 30 N.m (3,06 kgf.m) dengan resolusi 0,1 N.m (0,01 kgf.m). Kalibrasi dilakukan menggunakan anak timbangan standar kelas M1, yang kemudian dibandingan dengan torque wrench analog tipe deflecting beam kapasitas 300 N.m. Hasil kalibrasi menunjukkan rata-rata akurasi sebesar 98,71% dan presisi sebesar 98,55%, sedangkan hasil perbandingan menunjukkan rata-rata akurasi sebesar 98,33% dan presisi sebesar 98,77%. Prototipe ini cukup mumpuni untuk diimplementasikan dalam pengukuran torsi baut di industri otomotif, meskipun masih memiliki keterbatasan dalam kapasitas torsi, fleksibilitas arah pembebanan, dan belum dilengkapi sistem akuisisi data serta evaluasi ketidakpastian pengukuran.
Copyrights © 2025