Baterai zinc-carbon adalah baterai primer yang menghasilkan listrik melalui reaksi redoks dan banyak digunakan pada alat elektronik rumah tangga karena murah dan praktis. Baterai ini bersifat sekali pakai, sehingga setelah energinya habis menjadi limbah yang mengandung logam berat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan, jika dibuang tanpa pengelolaan yang tepat. Namun, limbah baterai dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi listrik dengan penambahan larutan elektrolit tertentu. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh variasi konsentrasi larutan Natrium Klorida (NaCl) terhadap peningkatan tegangan listrik daur ulang baterai zinc-carbon untuk menyalakan lampu LED 2 Watt. Metode eksperimen digunakan dengan menambahkan variasi konsentrasi larutan Natrium Klorida (NaCl) sebesar 5%, 10%, dan 15% yang dituangkan ke dalam pasta arang karbon dari daur ulang baterai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan larutan garam 15% menghasilkan tegangan tertinggi, sebesar 3,60 Volt, serta mampu menyalakan lampu LED selama 14 jam. Disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi larutan NaCl, semakin besar tegangan yang dihasilkan dan semakin lama daya tahan daur ulang baterai untuk menyalakan lampu LED. Selain itu, pemanfaatan kembali daur ulang baterai dengan metode ini dapat mengurangi limbah baterai dan dampak pencemaran lingkungan.
Copyrights © 2025