Penerapan International Financial Reporting Standards (IFRS) di Indonesia menimbulkan tantangan signifikan, khususnya dalam proses penerjemahan ke dalam Bahasa Indonesia. Permasalahan utama terletak pada perbedaan terminologi akuntansi, kesepadanan makna, dan potensi ambiguitas yang dapat menghambat pemahaman praktisi maupun akademisi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi problematika penerjemahan IFRS ke dalam Bahasa Indonesia; (2) menganalisis faktor linguistik, terminologi, dan konseptual yang menjadi kendala; serta (3) merumuskan strategi penerjemahan yang lebih akurat dan kontekstual. Kajian teoritik meliputi teori penerjemahan, kesepadanan makna (equivalence), serta literatur mengenai adopsi IFRS di negara non-berbahasa Inggris. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis melalui pengayaan literatur penerjemahan akuntansi, manfaat praktis bagi Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dalam penyusunan standar terjemahan yang konsisten, serta manfaat sosial berupa peningkatan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu memperkuat integrasi Indonesia dalam sistem pelaporan keuangan global melalui penerapan IFRS yang akurat, jelas, dan dapat dipahami oleh berbagai pemangku kepentingan.
Copyrights © 2025