ABSTRAK Kemajuan teknologi yang begitu cepat mengharuskan manusia untuk senantiasa melakukan perbaikan di berbagai segi kehidupan, khususnya dalam ranah pendidikan moral. Kemerosotan nilai-nilai etika, hilangnya nilai-nilai kemanusiaan, serta pemisahan antara agama dan kehidupan menjadi tantangan yang harus dihadapi di era Society 5.0. Syed Naquib al-Attas, seorang pemikir Muslim masa kini dari Malaysia, memberikan fokus khusus dalam mengembangkan konsep pendidikan moral yang dinamakan Ta’dib. Gagasan pendidikan Ta’dib yang dikemukakan al-Attas ini menjadikan adab sebagai dasar utama dalam membentuk kepribadian manusia yang sanggup menyatukan antara pengetahuan dan pengamalan. Kementerian Agama RI telah mengembangkan program Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (PPRA) sebagai kerangka kerja peningkatan pendidikan karakter di Indonesia untuk menjawab permasalahan era Society 5.0. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengeksplorasi bagaimana konsep Pendidikan Ta’dib menurut pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas 2) untuk mengidentifikasi relevansi pemikiran pendidikan Ta’dib Syed Muhammad Naquib Al-Attas terhadap penguatan pendidikan karakter peserta didik pada kurikulum merdeka di era Society 5.0.
Copyrights © 2025