Hak untuk mendapatkan pendidikan adalah hak dasar bagi setiap anak, tetapi sayangnya masih terdapat diskriminasi yang menghalangi anak-anak dari kelompok tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diskriminasi sosial yang dialami oleh anak-anak sekolah di sebuah perkampungan marjinal di Purwokerto, Jawa Tengah. Nama kampung tersebut disamarkan menjadi “Kampung Amanahâ€. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif berbasis data lapangan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Penelitian ini melibatkan 9 orang informan, yang terdiri atas dua siswi jenjang SMK, satu siswa jenjang SMP, tiga informan orang tua, dan tiga informan guru kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan, anak sekolah di perkampungan marjinal tersebut mengalami diskriminasi sosial di sekolahnya secara terselubung. Mereka mengalami perundungan dan pengucilan, baik yang dilakukan oleh teman-teman mereka sendiri maupun guru. Diskriminasi tersebut menimbulkan dampak psikologi, sosial, dan akademik yang buruk. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya intervensi kebijakan dan program pendidikan inklusif yang menekankan kesetaraan, pemberdayaan, serta penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap anak-anak dari kampung marjinal.
Copyrights © 2025