Masa remaja adalah periode krusial dalam pembentukan identitas diri dan harga diri. Namun, remaja dari keluarga yang retak sering kali mengalami luka emosional yang dalam dan tidak terlihat oleh lingkungan sekitar. Artikel ini mengangkat peran penting konseling pastoral sebagai ruang aman bagi remaja yang hidup dalam ketegangan keluarga, baik secara emosional maupun spiritual. Melalui pendekatan empatik dan kehadiran yang utuh, konseling pastoral mampu menjadi sarana kasih Allah yang memulihkan. Sekolah Kristen dan gereja diharapkan mampu bersinergi dalam membangun ekosistem pelayanan yang mendukung proses penyembuhan batin remaja. Dengan menjadikan konseling pastoral sebagai pelayanan kasih yang mendengar dan menerima, suara-suara remaja yang selama ini terabaikan dapat diberi ruang untuk disembuhkan dan dipulihkan.
Copyrights © 2025