Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode ceramah dan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka, yaitu mengkaji berbagai literatur ilmiah yang membahas kelebihan dan kekurangan kedua metode tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode ceramah efektif digunakan untuk penyampaian materi yang bersifat faktual dan deskriptif secara sistematis dan efisien, namun memiliki keterbatasan dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman reflektif siswa. Sebaliknya, metode diskusi mendorong keterlibatan aktif, berpikir kritis, serta pengembangan keterampilan sosial dan pemahaman mendalam terhadap materi sejarah. Diskusi juga terbukti meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan. Dengan demikian, penggunaan kedua metode secara terpadu menjadi strategi yang direkomendasikan dalam pembelajaran sejarah. Kajian ini memberikan implikasi penting bagi guru untuk lebih fleksibel dan inovatif dalam merancang pembelajaran sejarah yang kontekstual, partisipatif, dan bermakna.
Copyrights © 2024